Komisi D Dorong Sosialisasi Bahaya Perlintasan Sebidang Ditingkatkan

Jumat, 08 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 568

Perlintasan kereta api dok2

(Foto: Doc)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menekankan, sosialisasi mengenai bahaya perlintasan sebidang harus terus ditingkatkan agar pengguna jalan lebih disiplin saat melintas di jalur kereta api. Ia juga mendorong pengamanan di perlintasan sebidang diperkuat guna mencegah terjadinya kecelakaan.

“Imbauan dan sosialisasi harus diperkuat lagi. Masyarakat kadang masih abai. Rambu-rambu, lampu peringatan, hingga sistem pengaman lainnya juga perlu ditambah,” ujar Yuke, Jumat (8/5).

"Sosialisasi harus diperkuat lagi,"

Menurutnya, insiden kecelakaan kereta di Bekasi harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas saat melintas di jalur kereta.

Yuke juga mendorong adanya kajian bersama antara Pemprov DKI dan PT KAI untuk menentukan solusi terbaik dalam penanganan perlintasan sebidang, termasuk kemungkinan pembangunan underpass di sejumlah titik rawan.

“Yang paling penting harus kita utamakan adalah keselamatan. Tapi jangan sampai juga menimbulkan masalah baru seperti kemacetan atau gangguan akses bagi masyarakat,” katanya.

Ia menilai, rencana penutupan sejumlah perlintasan sebidang di Jakarta perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Menurut Yuke, Jakarta memiliki banyak perlintasan sebidang dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Sehingga sebelum dilakukan penutupan, pemerintah perlu mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus dampaknya terhadap akses dan mobilitas warga.

“Kalau memang ada rencana penutupan perlintasan sebidang, harus dikaji dulu tingkat kerawanannya seperti apa. Setelah ditutup akses masyarakat bagaimana, apakah masih memungkinkan atau justru membuat warga harus memutar terlalu jauh,” tutur Yuke.

Ia menegaskan, rekayasa lalu lintas dan dampak terhadap mobilitas warga harus menjadi perhatian utama sebelum kebijakan diterapkan. Menurutnya, penutupan perlintasan tak bisa dilakukan tanpa kajian yang menyeluruh.

Yuke juga menilai keberadaan petugas manual masih diperlukan, terutama di titik-titik rawan yang belum memiliki sistem pengamanan optimal.

“Yang terpenting harus kita utamakan adalah keselamatan dulu,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI siap berkolaborasi dalam pengelolaan perlintasan sebidang bersama PT KAI guna meningkatkan keselamatan di titik-titik rawan yang belum terjaga.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kecelakaan kereta di Bekasi yang menelan korban jiwa. Pramono menekankan, pentingnya koordinasi lintas instansi untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih menjadi ancaman bagi pengguna jalan di Jakarta dan sekitarnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260430 WA0091

Sudin Dukcapil Jaktim Gercep Serahkan Akta Kematian Korban Kecelakaan Kereta

Kamis, 30 April 2026 692

Santunan Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi otoy

Rano Serahkan Santunan Korban Tabrakan Kereta Api Bekasi

Rabu, 29 April 2026 870

Harum anjasari korban laka kereta jati

Pemkot Jaktim Bantu Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta

Rabu, 29 April 2026 426

BERITA POPULER
IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 6478

Walikota jaksel safryn tiyo

Wali Kota Jaksel Minta Jajaran Responsif Tangani Aduan Warga

Senin, 06 Juli 2026 7294

Pramono COJ 2026 rezap

Pramono Dukung Color of Jakarta, Potret Jejak Pembangunan Kota

Selasa, 07 Juli 2026 6393

Sosialisasi pergub rezap

Pramono Sebut Transparansi Perizinan Jadi Kunci Jakarta Kota Global

Selasa, 07 Juli 2026 5949

Pameran 100 Tahun Ali Sadikin bilal

Peringatan 100 Tahun, Pemprov DKI Komitmen Lanjutkan Legasi Ali Sadikin

Selasa, 07 Juli 2026 5881

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks