Jumat, 08 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 427
(Foto: Doc)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menekankan, sosialisasi mengenai bahaya perlintasan sebidang harus terus ditingkatkan agar pengguna jalan lebih disiplin saat melintas di jalur kereta api. Ia juga mendorong pengamanan di perlintasan sebidang diperkuat guna mencegah terjadinya kecelakaan.
“Imbauan dan sosialisasi harus diperkuat lagi. Masyarakat kadang masih abai. Rambu-rambu, lampu peringatan, hingga sistem pengaman lainnya juga perlu ditambah,” ujar Yuke, Jumat (8/5).
"Sosialisasi harus diperkuat lagi,"
Menurutnya, insiden kecelakaan kereta di Bekasi harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas saat melintas di jalur kereta.
Yuke juga mendorong adanya kajian bersama antara Pemprov DKI dan PT KAI untuk menentukan solusi terbaik dalam penanganan perlintasan sebidang, termasuk kemungkinan pembangunan underpass di sejumlah titik rawan.
“Yang paling penting harus kita utamakan adalah keselamatan. Tapi jangan sampai juga menimbulkan masalah baru seperti kemacetan atau gangguan akses bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai, rencana penutupan sejumlah perlintasan sebidang di Jakarta perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Menurut Yuke, Jakarta memiliki banyak perlintasan sebidang dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Sehingga sebelum dilakukan penutupan, pemerintah perlu mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus dampaknya terhadap akses dan mobilitas warga.
“Kalau memang ada rencana penutupan perlintasan sebidang, harus dikaji dulu tingkat kerawanannya seperti apa. Setelah ditutup akses masyarakat bagaimana, apakah masih memungkinkan atau justru membuat warga harus memutar terlalu jauh,” tutur Yuke.
Ia menegaskan, rekayasa lalu lintas dan dampak terhadap mobilitas warga harus menjadi perhatian utama sebelum kebijakan diterapkan. Menurutnya, penutupan perlintasan tak bisa dilakukan tanpa kajian yang menyeluruh.
Yuke juga menilai keberadaan petugas manual masih diperlukan, terutama di titik-titik rawan yang belum memiliki sistem pengamanan optimal.
“Yang terpenting harus kita utamakan adalah keselamatan dulu,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI siap berkolaborasi dalam pengelolaan perlintasan sebidang bersama PT KAI guna meningkatkan keselamatan di titik-titik rawan yang belum terjaga.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kecelakaan kereta di Bekasi yang menelan korban jiwa. Pramono menekankan, pentingnya koordinasi lintas instansi untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih menjadi ancaman bagi pengguna jalan di Jakarta dan sekitarnya.