Jumat, 08 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 89
(Foto: Istimewa)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu menilai, pemilihan koridor HR Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan HUT ke-499 Jakarta sekaligus rencana lokasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) merupakan langkah baik.
Dikatakan Kevin, kawasan Rasuna Said memiliki simbol kuat sebagai wajah Jakarta modern karena menjadi pusat diplomasi, bisnis, transportasi, perkantoran, hingga aktivitas masyarakat.
"kawasan ini memang salah satu etalasenya,"
“Kalau mau bicara Jakarta menuju kota global, kawasan ini memang salah satu etalasenya,” ujar Kevin, Jumat (8/5).
Meski demikian, ia mengingatkan agar konsep kota global tidak hanya menjadi slogan seremonial tanpa diiringi pembenahan pelayanan dan tata kelola kota.
“Jangan sampai Rasuna Said dibuat cantik satu hari untuk seremoni, tapi setelah itu warga tetap menghadapi masalah lama seperti macet, parkir liar, trotoar tidak nyaman, PKL tidak tertata, sampah menumpuk, transportasi belum terintegrasi, dan pelayanan publik yang belum siap,” jelasnya.
Kevin menegaskan, ukuran kota global bukan dilihat dari kemeriahan acara, melainkan dari tingkat ketertiban, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kota setelah kegiatan berlangsung.
Menurutnya, apabila CFD Rasuna Said dikelola secara serius, konsisten, dan berbasis kebutuhan warga, program tersebut dapat menjadi standar baru ruang publik di Jakarta.
Ia mendukung rencana pelaksanaan CFD Rasuna Said. Namun, Kevin meminta, Pemprov DKI menyiapkan kajian lalu lintas yang komprehensif, pengaturan transportasi publik, titik parkir resmi, pengendalian PKL, sistem kebersihan, toilet umum, posko kesehatan, pengamanan, akses darurat, hingga fasilitas yang ramah bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarperangkat daerah agar tidak sekadar menjadi formalitas rapat.
“Harus jelas siapa melakukan apa, siapa bertanggung jawab, dan bagaimana evaluasinya,” ucap Kevin.
Menurutnya, sejumlah instansi seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan, Disparekraf, Diskominfotik, hingga jajaran wilayah harus berada dalam satu komando kerja yang terintegrasi.
Kevin juga menyarankan Pemprov DKI menyusun SOP terpadu untuk pelaksanaan CFD Rasuna Said. Ia mengingatkan, pemerintah tidak menunggu masalah muncul baru mencari solusi.
“Sebelum diterapkan rutin, harus ada simulasi, pemetaan titik rawan macet, titik rawan kerumunan, potensi parkir liar, jalur evakuasi, pengaturan pedagang, dan mekanisme pengaduan warga secara real time,” jelasnya.
Menurut Kevin, konsep kota global bukan sekadar identik dengan gedung tinggi, acara internasional, atau seremoni besar. Kota global, kata dia, harus mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
“Jakarta kota global adalah ketika warga bisa berjalan kaki dengan aman, menggunakan transportasi publik dengan nyaman, berolahraga di ruang publik secara tertib, serta mendapatkan pelayanan pemerintah yang cepat dan manusiawi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, koridor Rasuna Said harus menjadi etalase tata kelola baru Jakarta, bukan hanya sekadar panggung perayaan.
“Seremoni boleh meriah, tapi pelayanan publik dan ketertiban kota harus jauh lebih serius,” tandasnya.