Kamis, 30 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 179
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan berkolaborasi bersama PT PZ Cussons Indonesia menggelar kegiatan Posyandu dan sosialisasi Gerakan Tulus Hati di RPTRA Tunas Muda, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru.
"Dampak positif yang lebih luas"
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan generasi yang sehat dan tumbuh optimal.
"Kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional. Tahun ini, fokus diarahkan pada transformasi posyandu sebagai pusat layanan kesehatan dasar yang terintegrasi," ujarnya, Kamis (30/4).
Diah menyambut baik kehadiran PT PZ Cussons melalui Gerakan Tulus Hati yang memberikan ruang bagi kader untuk meningkatkan keterampilan, khususnya dalam pijat bayi dan anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat fisik bagi anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak sebagai fondasi penting dalam tumbuh kembang.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Managing Director PT PZ Cussons Asia, Ningcy Yuliana menjelaskan, Gerakan Tulus Hati merupakan singkatan dari Tuang, Usap, Elus, dan Hangatkan Buah Hati.
Program ini bertujuan mengedukasi para ibu mengenai pentingnya penggunaan bahan alami dalam minyak telon serta manfaat pijat bayi sebagai momen kedekatan emosional.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan di sini," ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini program edukasi Cussons Baby telah dilaksanakan di lebih dari 1.000 posyandu di seluruh Indonesia, melatih lebih dari 2.000 kader, serta menjangkau lebih dari 100.000 ibu.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap Gerakan Tulus Hati semakin dikenal dan dipahami masyarakat. Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga," tandasnya.