Semua Pihak Diajak Bergerak Cepat Hadapi Larangan Open Dumping

Rabu, 29 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 757

Sampah CBS jati3

(Foto: Nugroho Sejati)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengajak semua pihak mengambil langkah cepat dan terencana menghadapi pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang yang akan berlaku pada 1 Agustus 2026.

Ajakan tersebut merespons kebijakan pemerintah pusat untuk menghentikan praktik open dumping di Indonesia paling lambat 2026, dengan percepatan penyelesaian pada Agustus tahun yang sama. Open dumping merupakan metode pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengolahan maupun pemilahan.

"Kami siap men-support dan bersinergi,"

Yuke menegaskan, pihaknya siap mendukung penuh upaya pembenahan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, khususnya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami siap men-support dan bersinergi. Jika ada masukan untuk membenahi atau meminimalkan persoalan di DLH, kami terbuka untuk bekerja sama,” ujar Yuke, Rabu (29/4).

Menurutnya, kondisi ini menuntut Pemprov DKI segera menyiapkan perencanaan matang, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.

“Waktunya sangat sempit. Sementara langkah yang akan dilakukan, termasuk penganggarannya, masih dimatangkan oleh dinas terkait,” katanya.

Komisi D, lanjut Yuke, akan menggelar rapat kerja khusus untuk meminta paparan lebih detail mengenai strategi penanganan sampah yang disiapkan DLH.

Ia menekankan, langkah prioritas saat ini meliputi penguatan sistem pengangkutan serta penanganan kondisi darurat di lapangan.

Selain itu, Yuke mendorong percepatan penerapan pemilahan sampah di tingkat masyarakat. Ia menilai, keterlibatan publik menjadi kunci untuk menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan tanpa gotong royong. Edukasi dan sosialisasi harus digencarkan, dan kami siap membantu melalui jaringan konstituen,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yuke mengungkapkan, DLH menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan produksi sampah Jakarta yang mencapai sekitar 8.000 ton per hari. Salah satunya melalui pemilahan sampah organik yang ditargetkan mampu mengurangi hingga 40 persen.

Namun demikian, ia menilai rencana tersebut masih perlu diperdalam.

“Kami butuh penjelasan lebih detail dan komprehensif agar langkah teknisnya benar-benar bisa dijalankan,” katanya.

Di sisi lain, optimalisasi pengolahan sampah melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) juga menjadi perhatian. Yuke menyebut, kapasitas pengolahan saat ini masih jauh dari ideal.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah di Jakarta saat ini sudah berada dalam kondisi darurat, sehingga seluruh pihak perlu bergerak cepat dan bersama-sama mencari solusi.

“Targetnya 2.500 ton per hari, tetapi saat ini baru sekitar 700 hingga 750 ton. Ini harus segera dioptimalkan. Kami juga akan meminta roadmap yang jelas kapan kapasitas itu bisa tercapai,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat anita

Pemkot Jakut Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Pemilahan Sampah

Rabu, 29 April 2026 870

IMG 20260428 WA0082

Suku Dinas LH Jaksel Intensifkan Sosialisasi Pilah Sampah

Selasa, 28 April 2026 697

Munjirin bank sampah ceria makasar jaktim nur

Munjirin Sosialisasikan Program Satu RW Satu Bank Sampah di Kecamatan Makasar

Selasa, 28 April 2026 858

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7826

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3061

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1922

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 860

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1121

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks