Selasa, 28 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 125
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara terus menggencarkan pengendalian ikan sapu-sapu. Sejak 17 April 2026 hingga saat ini, sebanyak 493 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dari berbagai lokasi perairan.
"Mengendalikan populasi ikan invasif"
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, pihaknya telah melakukan inventarisasi perairan di setiap kelurahan untuk memetakan lokasi yang menjadi habitat ikan sapu-sapu. Lokasi tersebut selanjutnya dijadikan titik kegiatan penangkapan massal secara rutin.
"Pengendalian ikan sapu-sapu hari ini dilaksanakan di Saluran Penghubung Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok dengan jumlah tangkapan sebanyak 51 kilogram. Selanjutnya, kegiatan akan bergulir ke wilayah lain di enam kecamatan," ujarnya, Selasa (28/4).
Ia merinci, sejumlah lokasi yang menjadi sasaran berikutnya antara lain Sungai Kendal di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing; Kali Danau Kodamar di Kelurahan Kelapa Gading; Kali Bendungan Melayu di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja; Waduk Pluit di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan; serta Kali Mati di Kelurahan Pademangan Barat.
"Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Pak Gubernur dalam mengendalikan populasi ikan invasif yang dinilai mengganggu ekosistem perairan, khususnya di Jakarta Utara," terangnya.
Menurutnya, Suku Dinas KPKP Jakarta Utara sudah menyediakan peralatan berupa tiga unit jaring tebar dan satu gulung waring yang dapat digunakan oleh petugas di lapangan.
"Seluruh hasil tangkapan dibawa ke Balai Penyuluhan Perikanan (BPP) Sukapura untuk dimusnahkan. Ikan-ikan tersebut akan dipotong terlebih dahulu, kemudian dikubur untuk mencegah dampak lingkungan," ucapnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman menambahkan, kegiatan penangkapan ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap pekan, yaitu pada hari Selasa atau Kamis dengan lokasi yang berbeda di setiap kelurahan.
"Nantinya, pelaksanaan kegiatan ini akan melibatkan personel Sudin KPKP Jakarta Utara, petugas PPSU di wilayah setempat, serta warga sekitar," imbuhnya.
Ia menginginkan adanya dukungan dari lintas sektor, terutama dalam penyediaan perlengkapan tambahan seperti karung dan sarung tangan guna menunjang efektivitas kegiatan di lapangan.
"Kami berharap dengan langkah ini populasi ikan sapu-sapu dapat terkendali sehingga keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta Utara tetap terjaga," tandasnya.