Dharma Jaya Siapkan Strategi Ketahanan Pangan Jakarta

Senin, 27 April 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1235

Dirut dharmajaya raditya Endra Budiman gery ist

(Foto: Istimewa)

Perumda Dharma Jaya memperkuat strategi konsolidasi internal dan kolaborasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna menjaga ketahanan pangan Jakarta dalam menghadapi dinamika global, khususnya potensi gangguan pasokan bahan pangan impor.

Hal ini dilakukan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang mendorong konsolidasi BUMD DKI agar dapat berkiprah ke panggung nasional dan internasional.

"mendukung stabilitas pangan nasional,"

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, pihaknya juga terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui penerapan prinsip good corporate governance (GCG), yang menekankan integritas, profesionalisme, dan transparansi.

“Penilaian GCG kami terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menjadi indikator bahwa perbaikan tata kelola berjalan sesuai arah yang diharapkan,” ujarnya, Senin (27/4).

Raditya menegaskan, dalam hal kolaborasi BUMD,  koordinasi terus dilakukan, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok. Saat ini, kondisi pasar masih relatif normal, namun kesiapsiagaan tetap ditingkatkan apabila terjadi gejolak.

“Kolaborasi dengan BUMD lain, termasuk Food Station, saat ini difokuskan pada penguatan stok dan kegiatan rutin seperti bazar pangan. Jika terjadi gejolak, bentuk kerja sama akan lebih intensif,” katanya.

Saat ini, Perumda Dharma Jaya mengantisipasi potensi kelangkaan bahan baku, terutama komoditas impor seperti daging sapi, yang dipengaruhi oleh faktor global, termasuk ketersediaan kapal logistik, kelangkaan bahan bakar, serta kebijakan stok di negara asal.

“Selagi kondisi masih relatif terkendali, kami memperkuat cadangan stok. Untuk sapi, bulan depan rencana pembelian ditingkatkan dari 500 menjadi 1.000 ekor sebagai langkah antisipasi,” ucapnya.

Selain daging sapi, Dharma Jaya juga memastikan ketersediaan protein hewani lainnya, seperti ayam, melalui kerja sama antardaerah. Raditya menyampaikan, perusahaan akan melakukan penjajakan pasokan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Blitar dalam waktu dekat, guna mengamankan distribusi stok.

“Kerja sama antardaerah menjadi kunci, terutama untuk memastikan pasokan ayam tetap stabil. Kami sudah mulai berkoordinasi dengan beberapa daerah penghasil,” terangnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek hingga satu tahun ke depan untuk merespons kondisi global yang dinamis, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Jakarta.

Di tingkat nasional, kontribusi Dharma Jaya diwujudkan melalui kerja sama antar daerah dan sinergi dengan BUMN, khususnya untuk komoditas tertentu seperti daging kerbau dan daging sapi impor. Namun demikian, Raditya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan agar tidak merugikan daerah produsen.

“Kami tidak ingin seluruh pasokan ditarik ke Jakarta. Daerah juga harus tetap memiliki pasar. Peran kami bisa dalam bentuk dukungan permodalan maupun peningkatan kapasitas,” ucapnya.

Ia menambahkan, sekitar 98 persen kebutuhan pangan Jakarta berasal dari luar daerah, sehingga peran kolaborasi nasional menjadi sangat penting dalam menjaga kesinambungan pasokan.

“Melalui penguatan stok, perluasan kerja sama, dan peningkatan tata kelola, Dharma Jaya optimistis dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta sekaligus mendukung stabilitas pangan nasional,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya konsolidasi BUMD dalam satu tahun ke depan serta menghilangkan ego sektoral yang selama ini menghambat sinergi.

Ia juga mendorong BUMD Jakarta untuk tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Pramono pun berkomitmen untuk membangun corporate culture yang sehat, disiplin, dan transparan.

Ia juga berpesan agar BUMD Jakarta dikelola secara transparan, profesional dan tidak dibebani persoalan-persoalan yang tidak produktif. Sehingga BUMD dapat berkembang menjadi sehat.

Gubernur Pramono turut mengingatkan adanya tantangan global, seperti dinamika geopolitik dan fenomena El Nino, yang berpotensi memengaruhi sektor energi dan pangan. Oleh karena itu, seluruh BUMD diminta untuk menyiapkan langkah antisipatif dan adaptif.

BERITA TERKAIT
IMG 20260418 WA0023

BUMD DKI Didorong Jadi Pilar Ekonomi Jakarta Global

Sabtu, 18 April 2026 1010

Langkah Pemprov DKI Jaga Stok Beras otoy

BUMD Pangan Jadi Penjaga Stabilitas Harga Hadapi Ancaman El Nino

Sabtu, 18 April 2026 1078

Pramono BUMD leaders forum rezap

BUMD Diminta Tingkatkan Konsolidasi dan Perluas Ekspansi

Jumat, 17 April 2026 1096

BERITA POPULER
Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Senin, 27 Juli 2026 1395

Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 1808

Pilah sampah gerakan kolektif ist

Festival Edukasi Pilah Sampah Jadi Gerakan Kolektif Bangun Kesadaran Lingkungan

Selasa, 28 Juli 2026 601

Peresmian Open Top Tour Of Batavia otoy

Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

Kamis, 23 Juli 2026 1434

Pramono Intruksikan Pengangkutan Timbunan Sampah di Penjaringan dan Pasar Minggu

Pemprov Beri Teguran Keras Pembuang Sampah di RTH Penjaringan

Minggu, 26 Juli 2026 718

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks