Sabtu, 18 April 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 127
(Foto: Istimewa)
Seluruh jajaran Komisaris dan Direksi BUMD Provinsi DKI Jakarta dipertemukan dalam BUMD Leaders Forum yang diinisiasi oleh Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta.
Mengusung tema ‘Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City’, forum ini menjadi ruang bagi BUMD untuk menyamakan persepsi dalam banyak hal, secara khusus mendorong peningkatan peran BUMD sebagai pilar ekonomi pendukung Jakarta Kota Global.
"penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta,"
Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengatakan, forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Desember 2025.
Ia menyempaikan, fokus utama dari forum ini diarahkan pada penguatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta.
"Selain menyelaraskan visi, forum ini juga mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta dan sinergi penjaminan melalui Jamkrida Jakarta hingga optimalisasi aset BUMD," ujarnya, Sabtu (18/4).
Dalam BUMD Leaders 2026 ini mengangkat tiga topik diskusi strategis. Topik pertama yaitu akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan. Untuk Triwulan I tahun 2026.
“Alhamdulillah telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang,” ungkapnya.
Sedangkan topik kedua; Optimalisasi Kinerja Investasi dan Pengembangan Bisnis melalui Sinergi Penjaminan Proyek Strategis, dengan pokok hasil diskusi di antaranya penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta dan optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta melalui PT Jamkrida Jakarta.
Topik ketiga; Peningkatan Produktivitas Aset Strategis sebagai Investment Driver dan New Revenue Stream Generator, di antaranya untuk pengembangan properti seperti Hotel, Hunian Mix-used, Park and Ride, serta pengembangan infrastruktur seperti Pengolahan Air Limbah, Distribusi dan Pengolahan Pangan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta.
Syaefuloh optimistis, konsolidasi yang kuat dan pembangunan budaya perusahaan yang profesional, BUMD Jakarta akan mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Dengan komitmen melalui Collaboration Charter, BUMD diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan berperan aktif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya kolaborasi di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan perubahan iklim, seperti ancaman El Nino, yang berdampak pada stabilitas ekonomi daerah. Ia berharap agar dalam satu tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi.
Ia juga memberikan ruang kesempatan, karena banyak BUMD Jakarta yang sekarang ini sudah tidak menjadi pemain lokal antara lain Bank Jakarta, PAM Jaya, Dharma Jaya dan lain-lain. Pramono yakin BUMD-BUMD DKI Jakarta akan bisa memberikan banyak manfaat bagi Jakarta.
“Maka demikian mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka transparan dan dikelola secara profesional, saya yakin BUMD Jakarta makin siap," tandasnya.