Komisi D Minta Taman di Lingkungan Permukiman Ditambah

Jumat, 24 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 590

Taman jaka jaktim otoy

(Foto: Andri Widiyanto)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyatakan, berbagai program yang dijalankan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara umum sudah berjalan cukup baik. Meski begitu, ia menilai, masih ada sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian.

Salah satunya terkait keberadaan taman di lingkungan permukiman. Menurut Yuke, selain pembangunan taman berskala besar, taman di tingkat kampung juga masih sangat dibutuhkan.

"Ini perlu dipikirkan bersama,"

“Selain taman-taman besar, masih banyak taman di kampung-kampung yang juga dibutuhkan. Ini perlu dipikirkan bersama,” ujar Yuke, Jumat (24/4).

Yuke juga menyoroti pengelolaan limbah hasil pemangkasan pohon, seperti ranting dan batang kayu. Ia menyebut masih adanya keluhan masyarakat terkait belum optimalnya penanganan limbah tersebut.

“Selama ini masyarakat banyak bertanya, sampah hasil tebangan atau topingan pohon itu ke mana? Apakah sudah ada tempat khusus untuk pengolahannya?” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian lokasi saat ini telah bekerja sama dengan DLH yang memiliki fasilitas pencacah kayu di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS), Jakarta Selatan, untuk mengolah batang besar menjadi potongan kecil. Namun, lanjut dia, belum seluruh hasil pemangkasan pohon diarahkan ke fasilitas tersebut.

Akibatnya, masih terdapat titik-titik penampungan sementara di sejumlah wilayah. Menurut Yuke, kondisi ini masih dapat ditoleransi selama pengelolaannya terkendali. Namun, jika volume terus meningkat, diperlukan sistem yang lebih terstruktur, termasuk kemungkinan penambahan fasilitas melalui kerja sama lintas dinas.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan masih adanya keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kendaraan skylift dan dump truck, yang dibutuhkan dalam pemangkasan pohon berukuran besar. Keterbatasan ini, tamah Yuke, berdampak pada respons terhadap permintaan masyarakat.

“SDM mungkin ada, tapi peralatannya terbatas. Akibatnya banyak pekerjaan yang harus menunggu,” tandasnya.

Lebih lanjut, Komisi D meminta dinas terkait melakukan pemetaan kebutuhan peralatan secara lebih komprehensif. Jika memungkinkan, pemenuhannya dapat dilakukan melalui kerja sama lintas dinas. Namun, bila belum mencukupi, perlu dilakukan evaluasi untuk pengadaan ke depan.

BERITA TERKAIT
IMG 20260421 WA0078 (1)

27 Personel Gabungan Tangani Pohon Rawan Tumbang di Taman Arsa

Selasa, 21 April 2026 609

Kabel tanah binamarga

Komisi D Tekankan Pentingnya Penataan Jaringan Utilitas Terpadu

Selasa, 17 Maret 2026 1196

Sampah Berhasil Diangkut dariPasar IndukKramat Jati

Komisi D Dukung Percepatan Pasar Kelola Sampah Mandiri

Sabtu, 14 Maret 2026 1276

BERITA POPULER
Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 939

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 659

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1215

IMG 20260909 WA0118

Trotoar Sepanjang Jalan Fachrudin Ditata Petugas Gabungan

Rabu, 09 September 2026 1308

IMG 20260914 171237

PJU di Jalan Bekasi Timur dan JPO Pedati Kembali Menyala

Senin, 14 September 2026 544

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks