Kamis, 23 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 252
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pengunjung tempat hiburan malam (THM) di sepanjang Jalan Gunawarman, Jalan Suryo, hingga kawasan Senopati, Kecamatan Kebayoran Baru yang menggunakan trotoar maupun badan jalan untuk parkur kendaraan.
"Kami langsung turun ke lokasi tadi malam"
Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Dalops) Sudinhub Jakarta Selatan, Alfian Michiels mengatakan, Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat, khususnya pejalan kaki yang menggunakan trotoar.
"Kami langsung turun ke lokasi tadi malam bersama sekitar 30 personel gabungan, baik dari kepolisian, TNI, Satpol PP, maupun unsur lainnya," ujarnya, Kamis (23/4).
Alfian menjelaskan, dalam Sidak tersebut, petugas menemukan adanya layanan valet yang mengokupasi area trotoar secara ilegal dan langsung diberikan teguran kepada pihak pengelola.
Meski sempat terjadi upaya penundaan dari pihak pengelola dengan alasan keterbatasan lahan, personel Sudinhub Jakarta Selatan tetap bertindak tegas dengan memindahkan kotak jaga dan tenda payung yang berada di atas trotoar.
"Lokasi ini merupakan kawasan usaha yang ramai pengunjung. Namun, kapasitas parkir hanya sekitar tiga hingga empat mobil. Mereka memanfaatkan jasa valet, tetapi masih ditemukan kendaraan yang parkir liar menggunakan fasilitas umum," terangnya.
Alfian meminta kepada para juru parkir agar tidak menghalangi fasilitas bagi penyandang disabilitas. Ia meminta jalur pemandu atau guiding block juga tidak tertutup oleh benda apa pun.
"Kami minta jalur guiding block tidak ditutup. Itu merupakan fasilitas penting bagi akses penyandang disabilitas," ungkapnya.
Ia menambahkan, ke depan sejumlah personel Satpol PP dan Dishub akan terus disiagakan untuk melakukan patroli di titik-titik rawan parkir liar. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi akibat penyalahgunaan fungsi jalan dan trotoar.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan unit terkait, dalam hal ini UPP Perparkiran, agar pengelolaan valet dapat diatur dengan lebih baik," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Rahmat (53) mengatakan, kemacetan di kawasan Senopati pada malam hari disebabkan oleh tingginya jumlah pengunjung tempat makan dan hiburan yang datang menggunakan kendaraan pribadi.
Ia berharap, pengawasan terhadap praktik parkir liar dapat terus ditingkatkan agar tercipta ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
"Tempat hiburan dan restoran banyak. Pengunjungnya rata-rata datang dengan mobil, sementara lahan parkir terbatas, sehingga kendaraan menumpuk di jalan," tandasnya.