Jumat, 17 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 203
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar pengendalian ikan sapu-sapu secara serentak di 10 wilayah kecamatan. Dalam kegiatan tersebut, ditargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu dapat ditangkap.
"Menekan laju perkembangbiakan"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, upaya ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam rangka meningkatkan kualitas air dan menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
"Ikan sapu-sapu di wilayah ini jumlahnya cukup banyak. Dalam waktu satu jam saja, kami sudah berhasil menangkap sekitar 300 kilogram," ujarnya, saat memimpin pengendalian ikan sapu-sapu di kawasan Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (17/4).
Anwar menjelaskan, untuk mencapai target lima ton, pihaknya menginstruksikan seluruh wilayah kecamatan melakukan penangkapan di kali atau sungai yang berpotensi menjadi habitat ikan sapu-sapu.
"Setelah ditangkap, ikan-ikan ini langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di sekitar lokasi. Metode ini dinilai paling efektif untuk menekan laju perkembangbiakan ikan sapu-sapu," terangnya.
Anwar mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan, terutama yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan utama.
"Saya khawatir masyarakat yang tidak mengetahui justru mengonsumsinya. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dalam jangka panjang bisa menimbulkan gangguan kesehatan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menambahkan, dalam jangka pendek pihaknya akan terus melakukan penangkapan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur.
"Dalam satu kali operasi, kami bisa mengerahkan 50 petugas atau lebih, termasuk dari petugas PPSU, Dinas Lingkungan Hidup, serta komunitas masyarakat," ucapnya.
Untuk jangka panjang, lanjut Ridho, pihaknya akan mengedukasi masyarakat mengenai bahaya ikan sapu-sapu yang tergolong spesies invasif dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Hal ini disebabkan kandungan logam berat, seperti merkuri dan timbal, yang cukup tinggi dalam tubuh ikan tersebut.
"Melalui upaya penangkapan dan edukasi, kami berharap populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan secara signifikan," tandasnya.