Kamis, 16 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 163
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 50 personel gabungan dari tingkat kelurahan hingga Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggelar aksi penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Sunter, Jalan Agung Perkasa.
"Mencapai lebih dari 30 kilogram"
Camat Tanjung Priok, Samsul Rizal Khadafi mengatakan, pengendalian populasi ikan sapu-sapu dilakukan secara masif di berbagai badan air, mulai dari sungai, kanal, hingga danau.
Menurutnya, populasi ikan sapu-sapu saat ini telah mendominasi dan mengancam keseimbangan lingkungan perairan.
"Keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu struktur tanggul serta berpotensi membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi," ujarnya, Kamis (16/4).
Samsul mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi, memperjualbelikan, maupun melepasliarkan ikan sapu-sapu ke perairan umum.
"Saya minta warga untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai dan mendukung pengendalian populasi ikan sapu-sapu ini," terangnya.
Sementara itu, Lurah Sunter Jaya Eka Persilian Yeluma menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pengelola RPTRA, Karang Taruna, hingga pengurus RT/RW dan lintas sektor lainnya.
Menurutnya, kegiatan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan partisipasi warga sebagai sarana edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem perairan.
"Total hasil tangkapan ikan sapu-sapu mencapai lebih dari 30 kilogram," bebernya.
Eka menuturkan, kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas lingkungan perairan. Kolaborasi antara aparatur dan masyarakat akan terus diperkuat agar perairan di Jakarta semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Semoga upaya ini memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekosistem perairan, khususnya di Jakarta Utara," tandasnya.