Selasa, 14 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 132
(Foto: Fakhrizal Fakhri)
Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) menggelar Festival Kartini Minang 2026: Limpapeh di Jantung Jakarta di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/4). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi perempuan untuk memperkuat peran sosial dan budaya, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan pelaku UMKM.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai, perempuan dari komunitas Minang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan serta menjaga keberagaman di ibu kota.
"tangguh membangun negeri,"
“Perempuan tangguh membangun negeri dengan nilai dan budaya yang gemilang,” ujar Sigit.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang memperkuat kebinekaan. Menurutnya, Jakarta sebagai kota terbuka terus menghadirkan beragam perayaan lintas budaya dan agama.
“Insya Allah pertemuan dan silaturahim kita hari ini membawa berkah dan manfaat,” ucapnya.
Sigit menambahkan, iklim sosial yang inklusif turut mendorong capaian Jakarta sebagai salah satu kota teraman di ASEAN. Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari peran seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan.
Selain itu, kegiatan seperti festival dinilai mampu memberikan dampak ekonomi. Berbagai program yang digelar Pemprov DKI juga telah menunjukkan potensi transaksi ekonomi yang signifikan, sehingga diharapkan kegiatan serupa juga memberi manfaat bagi pelaku UMKM.
“Atas nama Pak Gubernur dan Wakil Gubernur, kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi seluruh pengurus dan bundo-bundo sekalian. Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PPMI, Suherni Syam menambahkan, festival ini mengusung semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang dipadukan dengan filosofi Bundo Kanduang sebagai simbol perempuan Minang yang tangguh dan bijaksana.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya melalui lomba dan pertunjukan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM, serta mempererat silaturahmi perempuan lintas latar belakang.
Ia berharap, Festival Kartini 2026 tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga menjadi standar baru kegiatan kemasyarakatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kepercayaan yang diberikan kepada PPMI menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan budaya dan ekonomi,” tandasnya.