Senin, 13 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 174
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu terus mempercepat restorasi pantai di sisi utara Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu, Mustajab mengatakan, restorasi difokuskan pada pengembalian pasir pantai yang terkikis. Pasir diambil dari tengah laut dan dikembalikan ke area pesisir agar mengembalikan bentuk alami pantai.
"Pemeliharaan wilayah pesisir"
"Ini bagian dari pemeliharaan wilayah pesisir. Pasir yang hilang akibat abrasi kami kembalikan agar pantai bisa pulih seperti semula," ujarnya, Senin (13/4).
Mustajab menjelaskan, untuk menjaga hasil restorasi dipasang geobag di sepanjang area pengerjaan. Langkah ini dilakukan sebagai perlindungan agar pasir tidak kembali tergerus ombak.
"Pengerjaan restorasi pantai sepanjang 200 meter ini sudah dimulai sejak awal Maret," terangnya.
Menurutnya, setelah pengerjaan selesai kawasan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan untuk berbagai aktivitas, seperti bermain pasir, olahraga voli pantai, maupun kegiatan rekreasi lainnya.
"Kami berharap ke depan semakin banyak pantai dengan hamparan pasir putih yang bisa dinikmati. Sehingga, mampu mendukung sektor pariwisata di Kepulauan Seribu," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pantai Sudin SDA Kepulauan Seribu, Wahyu Maulana,l menambahkan, selain restorasi pasir, juga dilakukan penataan tanggul di kawasan yang sama menggunakan kubus masif.
"Tanggul sebelumnya mengalami kerusakan, sehingga dilakukan penataan ulang sepanjang kurang lebih 200 meter," ucapnya.
Ia memaparkan, tanggul tersebut nantinya akan dicor agar dapat dimanfaatkan sebagai jalur pejalan kaki maupun tempat bersantai bagi warga dan wisatawan. Hingga saat ini, progres pengerjaan tanggul telah mencapai lebih dari 50 persen atau sekitar 110 meter.
"Nantinya, area di depan tanggul juga akan ditanami mangrove sebagai upaya perlindungan alami terhadap abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir," bebernya.
Ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga hasil pembangunan tersebut dengan tidak merusak fasilitas yang telah dibangun serta menjaga kebersihan lingkungan pantai.
"Kami berharap dukungan semua pihak agar kawasan ini tetap terjaga, sehingga pantai di Pulau Tidung dapat menjadi destinasi yang nyaman, aman, dan berkelanjutan," tandasnya.