Rabu, 01 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 188
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 18 kilogram sayuran yang terdiri dari 15 kilogram pakcoy dan 3 kilogram kangkung berhasil dipanen di RPTRA Tanjong Timor, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. Hasil panen tersebut langsung disalurkan untuk membantu pemenuhan gizi Balita yang terindikasi stunting.
"Kami prioritaskan bagi Balita yang terindikasi stunting"
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Pulau Panggang, Mas’amah mengatakan, pemanfaatan lahan di RPTRA bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kelompok rentan.
"Sayuran hasil panen ini kami prioritaskan bagi Balita yang terindikasi stunting. Ini merupakan langkah nyata kami dalam mendukung pemenuhan gizi mereka," ujarnya, Rabu (1/4).
Mas'amah menjelaskan, sebagian hasil panen juga dijual kepada warga sekitar dan pengunjung RPTRA. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi sayuran segar dan bergizi.
Ia menuturkan, kader TP PKK juga telah melaksanakan panen raya dengan total hasil mencapai 75 kilogram sayuran dan buah-buahan yang didistribusikan kepada masyarakat.
"Setelah panen ini, kami langsung menanam kembali bibit sawi untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah Pulau Panggang," terangnya.
Ia berharap, RPTRA tidak hanya menjadi ruang interaksi warga, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan aksi nyata dalam pencegahan stunting serta penguatan ekonomi keluarga melalui pertanian perkotaan.
"Semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan jenis sayurannya semakin bervariasi. Kami juga berharap warga dapat terinspirasi untuk menanam sayuran di rumah masing-masing agar lingkungan menjadi lebih hijau dan sehat," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima manfaat, Salsabila (40) menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia mengaku bantuan sayuran segar tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya.
"Saya sangat senang dan terbantu dengan adanya pembagian sayur ini. Sayurannya sangat segar karena baru dipetik, kualitasnya lebih baik dibandingkan yang dibeli di warung. Program ini membuat kami merasa diperhatikan oleh pemerintah kelurahan," tandasnya.