Jumat, 27 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 174
(Foto: Doc)
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur sudah menangani sebanyak 86 pohon tumbang dan 68 pohon sempal dalam periode Januari hingga 27 Maret 2026.
"Segera kami tangani"
Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita mengatakan, intensitas hujan dan angin kencang menjadi faktor utama meningkatnya kejadian pohon tumbang maupun sempal.
"Kasus terakhir terjadi kemarin di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cempedak dan Jalan Kedondong, Kelurahan Rawamangun," ujarnya, Jumat (27/3).
Sebagai langkah antisipatif, lanjut Made, penopingan atau pemangkasan pohon secara bertahap di 10 kecamatan dan 65 kelurahan di Jakarta Timur terus dilakukan.
Ia memaparkan, dalam periode Januari hingga 27 Maret 2026, sudah dilakukan pemangkasan ringan terhadap 126 pohon, pemangkasan sedang 3.427 pohon, serta pemangkasan berat 693 pohon.
Selain itu, sebanyak 212 pohon terpaksa ditebang karena kondisi yang sudah rapuh atau terdampak proyek pembangunan saluran air.
"Setiap pohon yang ditebang akan diganti dengan penanaman baru," terangnya.
Menurutnya, sebanyak 457 personel Satgas Hijau dan 467 personel Satgas TPU dikerahkan untuk mengantisipasi kejadian pohon tumbang serta melakukan tindak lanjut penopingan di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga bisa segera melapor jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang agar bisa segera kami tangani," tandasnya.