Kamis, 26 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 205
(Foto: Istimewa)
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memastikan penanganan sementara turap (sheet pile) yang longsor di bantaran Kali Angke, RW 10, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, berjalan optimal.
"Langkah cepatnya adalah pemasangan bronjong'
Iin mengatakan, longsornya turap tersebut diduga akibat abrasi tanah yang diperparah oleh keberadaan bangunan yang menempel di sisi sheet pile.
"Dari hasil peninjauan, terlihat jelas bahwa dinding sheet pile ini tidak akan mampu menahan beban jika terdapat bangunan di atasnya. Kontur tanah akan terus bergerak dan menjadi tidak stabil," ujarnya, Kamis (26/3).
Iin menjelaskan, terkait bangunan yang berdiri di atas turap, pihaknya akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat untuk dilakukan penataan kawasan, salah satunya melalui penanaman pohon tabebuya.
Untuk penanganan awal, turap yang longsor akan diperkuat menggunakan bronjong sebagai langkah mitigasi sementara. Selanjutnya, perbaikan permanen akan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
"Langkah cepatnya adalah pemasangan bronjong untuk menahan potensi longsor tambahan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan sheet pile baru," terangnya.
Iin menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi, termasuk BBWSCC, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta pihak terkait lainnya, khususnya dalam memastikan ketersediaan material.
"Kami berharap proses ini tidak memakan waktu lama, mengingat saat ini masih musim hujan yang berisiko tinggi. Targetnya dalam satu minggu penanganan awal sudah rampung," ungkapnya.
Sementara itu, Juru Sungai dan Operasional Kali Angke BBWSCC, Wastono menambahkan, saat ini pemasangan bronjong setinggi tiga meter tengah dilakukan sebagai penanganan darurat.
"Penanganan sementara terus kami lakukan sambil berkoordinasi terkait kebutuhan di lapangan sebelum masuk ke tahap permanen," bebernya.
Ia memaparkan, meskipun panjang turap yang longsor sekitar 15 meter, perbaikan permanen nantinya akan dilakukan sepanjang 40 meter untuk mengantisipasi kejadian serupa.
"Akan dipermanenkan seperti proyek Trisula, rencananya tahun ini sekitar April hingga Juni mulai dikerjakan," tandasnya.