Kamis, 19 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 316
(Foto: Andri Widiyanto)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar Car Free Night di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sudirman pada Jumat (20/3) mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, untuk merayakan malam takbiran.
Mengusung tema “Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain”, rangkaian acara ini diselenggarakan untuk menghidupkan kawasan Bundaran HI dengan berbagai atraksi seperti rampak beduk, festival 1.000 beduk, pawai obor 5.000 peserta, hingga atraksi visual seperti dancing fountain, lighting show, laser show, dan flying LED show.
"kita akan mengadakan acara yang disebut dengan Car Free Night,"
Selain itu, nuansa religius juga akan terasa melalui tausiyah yang akan diibawakan oleh Ustadz Akri serta penampilan spesial Hadad Alwi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, kegiatan ini merupakan terobosan untuk memberikan pengalaman baru bagi warga dalam menikmati malam takbiran.
“Saya sudah menyetujui untuk kegiatan malam itu mulai pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB, kita akan mengadakan acara yang disebut dengan Car Free Night,” ujar Pramono, Kamis (19/3).
Selain sebagai hiburan masyarakat, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari program 'Mudik ke Jakarta', yang mengajak masyarakat merayakan Idulfitri dengan suasana ibu kota yang lebih terbuka, hangat, dan inklusif.
Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pembatasan ketat kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan.
Pramono menyampaikan, kendaraan pribadi dilarang melintas selama acara berlangsung guna menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. Meski demikian, layanan Transjakarta tetap beroperasi normal untuk memfasilitasi mobilitas pengunjung.
“Tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi Transjakarta tetap beroperasi sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati acara,” kata Pramono.
Pemprov DKI pun mengajak seluruh warga meramaikan malam takbiran dengan tertib dan penuh kebersamaan. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman Jakarta.