Rawat Tradisi Betawi, Pramono Hadiri Acara Andilan Kebo

Rabu, 18 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 514

Andilan Kebo jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berkomitmen untuk terus merawat dan menjaga budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. Hal ini ditunjukannya dengan menghadiri acara Andilan Kebo Majelis Kaum Betawi di Puskeswan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Pramono mengapresiasi tradisi Andilan Kebo yang memiliki filosofi saling berbagi dan bergotong royong untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Dalam acara ini, sebanyak sembilan ekor kerbau dipotong.

"tradisi budaya yang harus kita rawat,"

"Saya mengapresiasi Majelis Kaum Betawi yang mengadakan Andilan Potong Kerbau. Saya melihat dan merasa bahwa ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus karena di dalamnya ada esensi yang luar biasa, yaitu arisan, gotong royong, berbagi," ujar Pramono.

​Pramono mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, budaya Betawi telah ditetapkan sebagai budaya utama di Jakarta. Karena itu, ia berharap masyarakat Betawi bisa hidup rukun dan bersatu untuk mendukung Jakarta sebagai kota global.

Untuk menjaga budaya Betawi, Pramono pun menyampaikan keinginannya untuk menyelenggarakan haul ulama besar Betawi sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasanya kepada Jakarta. Haul ulama besar Betawi tersebut rencananya akan diselenggarakan pada Juni di Monumen Nasional atau Lapangan Banteng untuk menyambut HUT Jakarta.

Ia juga memastikan komitmen dukungan Pemprov DKI dalam menjaga adat dan tradisi kaum Betawi, termasuk untuk merenovasi Museum Husni Thamrin.

"Mari kita rawat tradisi Betawi ini secara bersama-sama, menjaga kebersamaan, kerukunan, kenyamanan," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Pramono juga kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota inklusif bagi semua agama. Salah satunya dengan menyambut setiap hari besar keagamaan di Jakarta, termasuk penyelenggaraan pawai obor di malam takbiran nanti.

Ia meyakini jika momentum ini bisa terus dijaga, maka Jakarta akan menjadi role model bagi daerah lain dalam menciptakan kehidupan beragama yang toleran.

"Apa yang dilakukan di Bundaran HI ketika menyambut Natal, menyambut Imlek, menyambut Nyepi, sekarang menyambut Idulfitri dan juga Ramadan, orang melihat itu menjadi model, menjadi role model bagi daerah-daerah lain," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyampaikan, tradisi Andilan Kebo memiliki muatan religi yang kuat. Tradisi ini juga memiliki nilai gotong royong dan kepekaan sosial yang perlu untuk terus dijaga.

"Mudah-mudahan tradisi ini berkembang. Saya lihat ada perkembangan yang mudah-mudahan bisa berkembang lebih jauh lagi, sekaligus dalam kaitannya dengan upaya pelestarian budaya kita di Jakarta, budaya Betawi di Jakarta," jelasnya.

BERITA TERKAIT
Andilan fotong kebo

Majelis Kaum Betawi Adakan Andilan Kebo di Pondok Rangon Besok

Selasa, 17 Maret 2026 553

Pramono dodol betawi jagakarsa

Lestarikan Makanan Khas Betawi, Pramono Tinjau Produksi Dodol di Jagakarsa

Jumat, 06 Maret 2026 732

Masjid Fatahilah doc

Pramono Dijadwalkan Salat Idulfitri di Istiqlal, Rano di Balai Kota

Selasa, 17 Maret 2026 981

BERITA POPULER
Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 927

Transjakarta mayday doc

Ini Penyesuaian Layanan Transjakarta saat May Day

Jumat, 01 Mei 2026 812

Sekolah Sint Joseph jati

Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

Minggu, 26 April 2026 1493

Petugas lh mayday monas desi

Petugas Gerak Cepat Bersihkan Sampah Usai Peringatan Hari Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 744

Ketua dprd khoirudin BK award ist2

Pergantian Ketua DPRD Disetujui, Khoirudin Ucapkan Terima Kasih

Kamis, 30 April 2026 836

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks