Rawat Tradisi Betawi, Pramono Hadiri Acara Andilan Kebo

Rabu, 18 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 587

Andilan Kebo jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berkomitmen untuk terus merawat dan menjaga budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta. Hal ini ditunjukannya dengan menghadiri acara Andilan Kebo Majelis Kaum Betawi di Puskeswan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Pramono mengapresiasi tradisi Andilan Kebo yang memiliki filosofi saling berbagi dan bergotong royong untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Dalam acara ini, sebanyak sembilan ekor kerbau dipotong.

"tradisi budaya yang harus kita rawat,"

"Saya mengapresiasi Majelis Kaum Betawi yang mengadakan Andilan Potong Kerbau. Saya melihat dan merasa bahwa ini adalah tradisi budaya yang harus kita rawat terus-menerus karena di dalamnya ada esensi yang luar biasa, yaitu arisan, gotong royong, berbagi," ujar Pramono.

​Pramono mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, budaya Betawi telah ditetapkan sebagai budaya utama di Jakarta. Karena itu, ia berharap masyarakat Betawi bisa hidup rukun dan bersatu untuk mendukung Jakarta sebagai kota global.

Untuk menjaga budaya Betawi, Pramono pun menyampaikan keinginannya untuk menyelenggarakan haul ulama besar Betawi sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasanya kepada Jakarta. Haul ulama besar Betawi tersebut rencananya akan diselenggarakan pada Juni di Monumen Nasional atau Lapangan Banteng untuk menyambut HUT Jakarta.

Ia juga memastikan komitmen dukungan Pemprov DKI dalam menjaga adat dan tradisi kaum Betawi, termasuk untuk merenovasi Museum Husni Thamrin.

"Mari kita rawat tradisi Betawi ini secara bersama-sama, menjaga kebersamaan, kerukunan, kenyamanan," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Pramono juga kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota inklusif bagi semua agama. Salah satunya dengan menyambut setiap hari besar keagamaan di Jakarta, termasuk penyelenggaraan pawai obor di malam takbiran nanti.

Ia meyakini jika momentum ini bisa terus dijaga, maka Jakarta akan menjadi role model bagi daerah lain dalam menciptakan kehidupan beragama yang toleran.

"Apa yang dilakukan di Bundaran HI ketika menyambut Natal, menyambut Imlek, menyambut Nyepi, sekarang menyambut Idulfitri dan juga Ramadan, orang melihat itu menjadi model, menjadi role model bagi daerah-daerah lain," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyampaikan, tradisi Andilan Kebo memiliki muatan religi yang kuat. Tradisi ini juga memiliki nilai gotong royong dan kepekaan sosial yang perlu untuk terus dijaga.

"Mudah-mudahan tradisi ini berkembang. Saya lihat ada perkembangan yang mudah-mudahan bisa berkembang lebih jauh lagi, sekaligus dalam kaitannya dengan upaya pelestarian budaya kita di Jakarta, budaya Betawi di Jakarta," jelasnya.

BERITA TERKAIT
Andilan fotong kebo

Majelis Kaum Betawi Adakan Andilan Kebo di Pondok Rangon Besok

Selasa, 17 Maret 2026 648

Pramono dodol betawi jagakarsa

Lestarikan Makanan Khas Betawi, Pramono Tinjau Produksi Dodol di Jagakarsa

Jumat, 06 Maret 2026 844

Masjid Fatahilah doc

Pramono Dijadwalkan Salat Idulfitri di Istiqlal, Rano di Balai Kota

Selasa, 17 Maret 2026 1094

BERITA POPULER
Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1308

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1230

Sejumlah Bantuan Diberikan pada Penyintas Kebakaran di Malaka Sari

Penyintas Kebakaran di Malaka Sari Diberi Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 1463

MRT operasional jati (1)

MRT Lakukan Penyesuaian Akses Pintu Masuk Stasiun Bundaran HI dan Dukuh Atas

Jumat, 12 Juni 2026 1150

Transjakarta halte balaikota doc

Ini Rute Bus Transjakarta ke Jakarta Fair Kemayoran

Jumat, 12 Juni 2026 1101

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks