Selasa, 17 Maret 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 183
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Majelis Kaum Betawi (MKB), Rabu (18/3) besok akan mengadakan acara Andilan Kebo di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Ichwan Ridwan mengatkaan, kegiatan ini diinisiasi Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo alias Bang Foke yang menginginkan agar tradisi masyarakat ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan dilestarikan.
"Sarat makna filosofis bagi masyarakat Betawi,"
"Ini merupakan upaya kami dalam mewarisi budaya orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idulgitri sejak dulu," katanya, melalui rilis yang diterima Redaksi Beritajakarta, Selasa (17/3).
Pria yang akrab disapa Bang Boim ini menjelaskan, masyarakat Betawi setiap tahun baik dalam lingkungan kampung ataupun jama'ah majelis ta'lim selalu patungan atau andilan setiap bulan untuk membeli seekor kerbau yang akan dipotong beberapa hari menjelang lebaran.
"Setiap anggota yang ikut andilan atau patungan akan mendapat bagian daging, jeroan dan lain-lain secara proporsional sesuai nilai andilannya,' beber Boim.
Menurut Boim, andilan ini mengajarkan masyarakat untuk selalu berkolaborasi dalam menyelesaikan sesuatu, termasuk penyediaan daging kerbau untuk dikonsumsi sebagai hidangan saat lebaran.
"Jadi andilan bukan sekadar motong kebo dan bagi-bagi daging, tetapi sarat makna filosofis bagi masyarakat Betawi," tegasnya.
Sekretaris Panitia Pelaksana, Muhidin Muchtar menambahkan, pemilihan daging kerbau menurutnya sebagai bentuk toleransi terhadap masyarakat pemeluk agama Hindu yang mensucikan hewan sapi dan sedang merayakan hari raya Nyepi.
"Nilai ini penting bagi generasi muda Betawi untuk terus menjaga Jakarta yang majemuk agar tetap kondusif, aman dan toleran," tandasnya.