Sabtu, 14 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 252
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bersama Bara Bentala mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kegiatan donor darah terbanyak yang digelar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
"Sangat berguna untuk menolong sesama"
Piagam penghargaan rekor MURI diserahkan langsung oleh Wakil Direktur MURI, Osmar Susilo kepada Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah di Kantor Wali Kota setempat, Jumat (13/3) malam.
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkot Jakarta Barat dan masyarakat yang sangat peduli terhadap sesama dengan mendonorkan darahnya.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada MURI, semoga penghargaan ini bisa semakin menjadi motivasi berbagi kebaikan," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (14/3).
Beky menyampaikan, pelaksanaan donor darah massal digencarkan di bulan Ramadan untuk memastikan ketersediaan stok. Selain itu, unit-unit donor darah juga dikerahkan ke berbagai titik di Jakarta untuk menjaga ketersediaan stok.
"Selama Ramadan kebutuhan darah ini juga sangat tinggi. Terlebih, di Jakarta ini ada fasilitas layanan kesehatan milik daerah maupun nasional hingga swasta," jelasnya.
Ia menuturkan, sebagai bentuk apresiasi dan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, PMI DKI Jakarta juga menyiapkan paket sembako bagi para pendonor.
"Pada H-5 hingga H+5 Lebaran, kami memberikan stimulus berupa goodie bag berisi paket sembako bagi masyarakat yang ingin berdonor," bebernya.
Beky menginginkan, dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut dapat memastikan ketersediaan stok darah di Jakarta tetap aman selama Ramadan hingga Lebaran.
"Darah yang kita donorkan sangat berguna untuk menolong sesama. Ini tentu juga bisa menjadi sarana ibadah untuk menambah pahala di bikan Ramadan," imbuhnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, jumlah pendonor di Jakarta Barat telah menembus lebih dari 4.000 orang selama pelaksanaan kegiatan.
"Capaian tersebut menjadi momen bersejarah bagi Pemkot Jakbar karena kegiatan donor darah secara simultan selama lima hari berturut-turut dan baru kali pertama dilakukan," terangnya.
Meski berhasil meraih rekor MURI, Iin menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukanlah untuk mengejar penghargaan, melainkan murni sebagai aksi kemanusiaan.
"Rekor ini hanyalah bonus. Tujuan utama kami adalah membantu sesama melalui donor darah," ungkapnya.
Iin menambahkan, kegiatan donor darah selama Ramadan menjadi sangat penting mengingat jumlah pendonor biasanya menurun, sementara kebutuhan darah di Jakarta tetap tinggi.
Berdasarkan data, kebutuhan darah di Jakarta mencapai sekitar 1.000 kantong per hari. Untuk itu, ia juga turut mendonorkan darahnya dan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Kami mengajak semua komponen untuk berkolaborasi menggalakkan aksi kemanusiaan melalui donor darah," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Direktur MURI, Osmar Susilo memaparkan, rekor tersebut merupakan bentuk apresiasi atas aksi kemanusiaan yang dilakukan secara serentak di tiga wilayah, yakni Sumatera Barat, Riau, dan DKI Jakarta dengan Jakarta Barat sebagai perwakilan penerima penghargaan.
"Rekor ini sangat mengharukan karena berkaitan dengan aksi kemanusiaan. Ini adalah donor darah terbanyak yang dilakukan selama bulan Ramadan. Selain Pemkot Jakarta Barat," kata Osmar.
Osmar menjelaskan, jumlah pendonor keseluruhan yang tercatat hingga saat ini telah mencapai sekitar 8.000 orang dan masih berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya kegiatan donor.
"Angka 8.000 itu masih kisaran karena pendonor masih terus berdatangan. Kemungkinan dalam satu atau dua hari ke depan baru bisa dipastikan jumlah akhirnya," tandasnya.