Selasa, 17 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 113
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi DKI Jakarta menggelar program sembako murah bagi 3.000 warga di Kecamatan Tebet dan Kebayoran Lama.
"Membantu warga yang membutuhkan"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, program ini bertujuan menekan inflasi, sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
"Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan," ujarnya, Selasa (17/3).
Ia menyampaikan apresiasi kepada KADIN DKI Jakarta atas kepeduliannya dalam mendukung masyarakat melalui program tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada KADIN DKI Jakarta yang telah berbagi dengan masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri," terangnya.
Anwar menjelaskan, sebanyak 3.000 paket sembako dibagikan kepada warga, masing-masing 1.500 paket untuk Kecamatan Tebet dan Kebayoran Lama.
"Penerima bantuan merupakan warga kurang mampu serta Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang telah terdata di setiap kelurahan," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau.
"Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat sinergisitas antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan warga, khususnya di Jakarta Selatan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi menuturkan, program sembako murah ini dilaksanakan serentak di lima wilayah kota di Jakarta.
Ia memaparkan, masyarakat dapat menebus paket sembako seharga Rp 100.000 yang berisi daging, kentang, tepung, minyak, dan beras. Padahal, harga normal paket tersebut mencapai sekitar Rp 190.000.
"Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
"Kalau harga yang kondusif, pelaku usaha dapat menjalankan usahanya dengan baik, dan masyarakat pun lebih mudah memperoleh barang kebutuhan dengan harga terjangkau," tandasnya.