Legislator Apresiasi Program Bedah Rumah Pemprov DKI

Senin, 16 Maret 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1167

PSX 20260316 155508

(Foto: Reza Pratama Putra)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengapresiasi program bedah rumah hasil kolaborasi antara Pemprov DKI dan Baznas Bazis.

Menurut Ida, dukungan dari Baznas Bazis DKI Jakarta merupakan langkah positif untuk membantu warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ia berharap, program tersebut dapat terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak pihak.

"memberikan apresiasi dan semangat,"

“Dengan adanya bantuan dari Baznas tentu Alhamdulillah. Kalau bisa program seperti ini lebih sering dilakukan dan jumlahnya ditambah lagi,” ujar Ida, Senin (16/3).

Ida juga berharap perusahaan-perusahaan besar dapat turut berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu renovasi rumah warga yang membutuhkan.

Ia menilai, selama ini masih banyak perusahaan yang menyalurkan CSR secara mandiri dan belum terkoordinasi dengan pemerintah daerah. Sebab itu, lanjut Ida, Pemprov DKI diharapkan dapat mengakomodasi potensi tersebut agar program perbaikan rumah bagi warga kurang mampu semakin luas.

“Saya berharap perusahaan-perusahaan besar yang memiliki program CSR bisa ikut berkontribusi. Selama ini mungkin banyak yang tidak melalui Pemda, tetapi menurut saya hal itu bisa diakomodasi dengan baik,” katanya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar program bedah rumah tersebut terus diperluas dengan melibatkan berbagai pihak.

“Saya sebagai anggota Komisi D memberikan apresiasi dan semangat kepada Pak Gubernur agar program ini bisa terus ditambah, tidak hanya dari Baznas tetapi juga dari perusahaan-perusahaan besar lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan program bedah rumah hasil kolaborasi antara Pemprov DKI dan Baznas Bazis di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Program tersebut menargetkan renovasi sebanyak 633 unit rumah pada tahun 2026. Setiap rumah mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp50-55 juta dengan durasi pengerjaan maksimal satu bulan.

Selama proses renovasi berlangsung, pemilik rumah juga akan mendapatkan bantuan biaya sewa hunian sementara.

Melalui program yang bersifat inklusif bagi semua latar belakang agama ini, Pramono berharap dana zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari penyediaan hunian layak hingga bantuan kesehatan seperti operasi katarak.

BERITA TERKAIT
Bedah rumah pramono rezap

Wujudkan Hunian Layak, Pramono Resmikan 26 Unit Bedah Rumah

Senin, 16 Maret 2026 1340

Program bedah rumah satpol pp otoy

Program Bedah Rumah Swadaya Satpol PP Diapresiasi

Kamis, 19 Februari 2026 886

Peletakan Batu Pertama Program Bedah Rumah SatpolPP

Rano Groundbreaking Program Bedah Rumah Satpol PP di Jakbar

Rabu, 18 Februari 2026 929

BERITA POPULER
Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1062

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 784

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1318

Peresmian LRT manggarai rezap

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

Rabu, 16 September 2026 419

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 967

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks