Senin, 16 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 188
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri peresmian program bedah rumah, sekaligus menyerahkan secara simbolis kunci hunian kepada sejumlah warga, di Jalan Serdang Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Program ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Baznas Bazis DKI Jakarta untuk menghadirkan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi warga. Program ini sekaligus memperkuat komitmen membangun Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
"diberikan kesempatan mendapatkan bedah rumah ini,"
Sebanyak 10 unit rumah di Jakarta Pusat, 4 unit di Jakarta Barat, 11 unit di Jakarta Selatan, dan 1 unit di Jakarta Utara, dibedah dengan anggaran Rp 50-55 juta setiap rumah dan jangka waktu pengerjaan selama tiga minggu hingga 1 bulan.
Selama masa renovasi, Baznas Bazis juga menanggung biaya sewa tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah.
"Tadi saya meminta kepada penyelenggara terutama Baznas Bazis berkolaborasi dengan BUMD, BUMN, untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan bedah rumah ini," ujar Pramono.
Pramono pun menargetkan, sebanyak 633 rumah direncanakan akan dibedah pada tahun ini. Ia juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan seluruh pihak, termasuk Baznas Bazis, BUMD, BUMN, dan swasta.
"Hari ini untuk tahun 2026, kita merencanakan 600-an (rumah). Dan yang di tahun 2025 sudah terlaksana semuanya," katanya.
Gubernur mendorong agar program bedah rumah yang memanfaatkan dana dari Baznas Bazis ini terus diperbanyak di Jakarta. Sehingga dana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan oleh Baznas Bazis bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat untuk berbagai program, termasuk pendidikan dan kesejahteraan umat.
"Supaya dana yang terkumpul dari Baznas Bazis itu betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung. Sehingga dengan demikian untuk pemutihan ijazah, bedah rumah, dan sebagainya di Jakarta ini," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Pramono juga menyempatkan diri berbincang dengan salah satu pemilik rumah yang direnovasi, yakni Atun (73). Atun yang sudah lanjut usia ini mengeluhkan kesehatan matanya kepada Gubernur.
"Yang diminta juga oleh Bu Atun adalah kebetulan dua matanya sudah tidak bisa membaca, melihat, beliau masih ingin untuk bisa membaca Surat Yasin, maka beliau minta untuk kataraknya dioperasi dan saya sudah setujui," ucap Pramono.
Sementara Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Akhmad H Abubakar menambahkan, masyarakat yang ingin mendaftarkan huniannya dalam program ini dapat melapor melalui pengurus RT/RW yang kemudian diteruskan ke tingkat Kelurahan untuk dilaporkan kepada masing-masing kepala pelaksana wilayah.
"Syaratnya ya ada, tentu yang kurang mampu," tandasnya.