Rabu, 28 Januari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 230
(Foto: doc)
Untuk mengantisipasi kebutuhan harian dan menjaga pasokan darah, Wakil Gubernur Rano Karno mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan PJLP di ingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk rutin jadi pendonor.
"Jakarta punya potensi, kita punya ASN sekitar 60 ribu serta PJLP 81 ribu."
"Jakarta punya potensi, kita punya ASN sekitar 60 ribu serta PJLP 81 ribu. Kalau misalnya, tiga bulan sekali saja donor darah, itu menjadi kantong dan itu harus didesain," papar Rano, saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) PMI DKi Jakarta, Rabu (28/1) di Ruang Serbaguna Gedung Pengurus Wilayah Muhamadiyah (PWM) DKI, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.
Dikatakan Rano, donor darah itu merupakan kegiatan mulia yang bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan serta dapat membuat pendonor lebih sehat.
Menurut Rano, meski kebutuhan 1.200 kantong darah setiap hari di Jakarta relatif telah terpenuhi, namun pasokan ketersediaan di PMI DKI tetap harus bisa dipastikan terjaga.
"Selama ini, bila ada kebutuhan darah, seluruh rumah sakit swasta yang mencapai lebih dari 214 dan 40 RSUD, memintanya dari PMI," ungkap Rano.
Rano melanjutkan, dengan perkembangan ke depan Jakarta akan menjadi bagian dari aglomerasi. Sehingga, tidak tertutup kemungkinan harus mampu melayani warga dari daerah sekitar seperti Depok, Tangerang, Bogor dan Bekasi.
"Komponen darah itu sangat penting bagi Jakarta serta daerah penyangga lain. Artinya, kita sudah harus mulai berhitung tentang kemampuan," tegasnya.
Sementara, Ketua PMI DKI Jakarta, Becky Mardani menjelaskan, kebutuhan tambahan pasokan darah sangat dibutuhkan, khususnya saat Ramadhan.
Berdasar pengalaman sebelumnya, beber Becky, saat Ramadhan selalu terjadi penurunan stok darah akibat minimnya jumlah pendonor.
"Soal ASN dan PJLP. Itu akan kita dorong di Ramdhan, sehingga bisa menjaga pasokan kebutuhan darah," tandasnya.