Minggu, 08 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 505
(Foto: Istimewa)
Longsor terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3) sekitar pukul 14.18 WIB. Peristiwa ini dilaporkan menimpa sejumlah truk sampah yang sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, longsor terjadi saat aktivitas pengangkutan sampah tengah berlangsung di area TPST Bantargebang. Material sampah yang longsor dilaporkan menimpa sekitar lima unit truk sampah yang berada di lokasi.
"Untuk sementara tiga orang sudah dievakuasi,"
“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa kurang lebih lima unit truk sampah,” ujar Isnawa, Minggu (8/3).
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan sementara, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Ketiganya telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia masing-masing diketahui bernama Enda Widayanti (25), seorang pemilik warung, kemudian Sumine (60), juga pemilik warung, serta Dedi Sutrisno yang merupakan pengemudi truk sampah. Dua korban perempuan dibawa ke rumah duka di Banten, sementara korban laki-laki dibawa ke rumah duka di Karawang.
“Untuk sementara tiga orang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki,” katanya.
Isnawa menjelaskan, kejadian longsor diduga dipicu oleh hujan lebat yang disertai angin kencang di wilayah tersebut.
“Hujan lebat disertai angin kencang menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor di lokasi TPST Bantargebang,” ucapnya.
Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian dan penanganan di lokasi kejadian. Upaya evakuasi dilakukan dengan mengerahkan berbagai peralatan berat.
Tim yang terlibat dalam penanganan kejadian ini antara lain Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, serta unsur TNI dan Polri setempat.
“Sedang dalam upaya pencarian oleh tim SAR gabungan dengan menggunakan sekitar 20 unit ekskavator,” kata Isnawa.
Selain itu, sejumlah peralatan pendukung juga dikerahkan oleh BPBD DKI Jakarta, seperti kantong jenazah, tali karmantel, tali webbing, helm rescue, senter jinjing, sarung tangan, serta masker untuk mendukung proses evakuasi di lapangan.
Proses pencarian dan penanganan masih terus berlangsung di lokasi kejadian hingga Minggu sore. Sementara itu, kerugian akibat peristiwa ini masih dalam tahap pendataan oleh petugas.