Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Tanah Longsor

Kamis, 27 November 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 843

Petugas gabungan memasang kayu dolken untuk penahan longsor sementara

(Foto: Ilustrasi)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi tanah longsor selama bulan November 2025.

"Saat curah hujan di atas normal,"

"Kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tulis peringatan dini potensi tanah longsor di akun instgram @bpbddkijakarta, Kamis (27/11).

Dalam unggahan itu disebutkan, prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan informasi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah-Tinggi, yaitu:

1. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

2. Jakarta Timur, meliputi wilayah Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, dan Pasar Rebo.

Daerah-daerah yang berada di zona menengah memiliki potensi menengah terjadinya gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sementara daerah yang berada di zona tinggi mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Karena itu, BPBD DKI Jakarta mengimbau pemimpin wilayah serta masyarakat agar mengantisipasi terjadinya bencana saat curah hujan di atas normal.

BPBD meminta masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca dan memperhatikan tanda-tanda awal gerakan tanah di lingkungan sekitar untuk mencegah kerugian jiwa dan materi.

BERITA TERKAIT
Angin kencang dan awan tebal menyelimuti gedung perkantoran di Jakarta

BPBD: Waspada Angin Kencang di Jakarta dan Perairan Kepulauan Seribu

Selasa, 25 November 2025 1054

Peserta mempraktikkan memindahkan korban bencana ke tandu darurat

BPBD DKI Perkuat Kapasitas Masyarakat Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Jumat, 21 November 2025 1230

Satgas SDA Kebut Perbaikan Saluran Air Amblas di Makasar

Progres Perbaikan Saluran Amblas di Makasar Capai 30 Persen

Selasa, 11 November 2025 638

Perbaikan Turap Ambrol di Batu Ampar Rampung

Turap Longsor di Batu Ampar Tuntas Diperbaiki

Kamis, 06 November 2025 819

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3151

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1811

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 698

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1356

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1210

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks