Pra RKPD Komisi B Bahas Pengolahan Sampah dan Revitalisasi Pasar Tradisional

Jumat, 06 Maret 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 208

KomisiB kunjungan pasar kramat jati ist

(Foto: Istimewa)

Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama jajaran eksekutif membahas upaya pengelolaan sampah dan revitalisasi pasar tradisional dalam rapat Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harvian Paloh menyampaikan, rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di sejumlah pasar perlu dikaji secara matang, terutama terkait teknologi yang digunakan serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

"Pasar tradisional perlu ditata lebih modern,"

Ia menjelaskan, Komisi B sebelumnya melakukan kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati yang tengah merencanakan pengelolaan sampah secara mandiri dengan kapasitas sekitar 200 ton per hari.

Namun demikian, Nova menilai kajian lingkungan atau analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) perlu dipastikan kembali agar pengelolaan sampah tersebut tidak menimbulkan gangguan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

“Kita harus melihat kembali kajian lingkungannya, termasuk teknologi yang digunakan. Jangan sampai pengelolaan sampah justru menimbulkan residu yang mengganggu pedagang maupun pengunjung,” ujar Nova, Jumat (6/3).

Ia menambahkan, pengelolaan sampah di pasar juga perlu dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terutama terkait dukungan armada pengangkutan serta sistem pengelolaan yang terintegrasi.

Menurutnya, Komisi B masih menunggu perkembangan dari proyek pengolahan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelum program tersebut diperluas ke pasar-pasar lainnya.

“Kita ingin melihat terlebih dahulu bagaimana implementasinya di Pasar Induk Kramat Jati,” katanya.

Selain pengelolaan sampah, Nova juga menekankan pentingnya upaya menghidupkan kembali pasar tradisional di Jakarta melalui penataan yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.

Ia menilai, pasar tradisional perlu dikembangkan dengan konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter utamanya. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah konsep mix use, seperti yang diterapkan di Pasar Santa. Dalam konsep tersebut, area pasar basah tetap dipertahankan, sementara bagian lain dapat dimanfaatkan untuk kuliner atau ruang aktivitas yang menarik bagi anak muda.

“Pasar tradisional perlu ditata lebih modern tanpa meninggalkan karakter utamanya. Pasar basah tetap ada, tetapi lebih rapi dan bersih, sementara area lain bisa dikembangkan untuk kuliner atau aktivitas yang menarik masyarakat,” jelasnya.

Nova juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pasar agar pengunjung merasa lebih nyaman saat berbelanja.

Ia berharap, penataan pasar yang lebih baik dapat meningkatkan daya tarik pasar tradisional sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pasar harus menjadi tempat yang nyaman. Jangan lagi identik dengan kesan kotor atau bau. Dengan penataan yang baik, masyarakat datang ke pasar tidak hanya untuk belanja kebutuhan pokok, tetapi juga untuk aktivitas lain,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kpkp jakbar sidak pangan swalayan otoy

KPKP Jakbar Monitoring Pangan Segar di Tiga Pasar Swalayan

Kamis, 05 Maret 2026 263

Bazar walikota jakut anita

Pemkot Jakarta Utara Adakan Pasar Murah dan Bazar Ramadan

Selasa, 03 Maret 2026 390

Sampah pasar induk nur

Wakil Ketua DPRD Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah Pasar

Jumat, 27 Februari 2026 440

BERITA POPULER
Pelabuhan muara angke rezap

Pemprov DKI Buka Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu

Kamis, 05 Maret 2026 1809

Francine gang hijau malaka nur ist

Legislator Apresiasi Gang Hijau di Malaka Jaya

Kamis, 05 Maret 2026 1333

Transjakarta low entry blokm

Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soetta Bakal Dilayani Metrotrans Low Entry

Kamis, 05 Maret 2026 998

Revitalisasi JPO sarinah rezap

Permudah Akses Disabilitas, Revitalisasi JPO Sarinah Diresmikan

Senin, 02 Maret 2026 1454

Segel padel jakut anita5

Dua Lapangan Padel di Jakarta Utara Disegel

Rabu, 04 Maret 2026 667

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks