Jumat, 06 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 237
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta dalam posisi stabil dan mencukupi. Hal ini disampaikannya menanggapi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terhadap pasokan dan lonjakan harga minyak.
"Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri," ujar Pramono, di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).
"saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying,"
Dalam menjaga ketahanan stok BBM di Jakarta, Pramono menjelaskan bahwa pengelolaannya dilakukan bersama dengan pemerintah pusat. Karena itu, ia pun meyakini, ketersediaan minyak di SPBU akan tetap terjaga sehingga tidak akan berdampak pada aksi panic buying.
"Semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan pemerintah pusat. Bukan kemudian dikelola oleh Pemda sendiri. Tetapi dikelola bersama-sama. Karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM," jelasnya.
Pramono pun berharap, ketersediaan pasokan BBM ini bisa mendukung kelancaran arus mudik saat lebaran nanti. Meski demikian, ia mendorong masyarakat untuk berlebaran bersama-sama di Jakarta.
"Mudah-mudahan BBM di Jakarta dalam rangka menyambut Idulfitri terutama bagi yang mudik, walaupun saya tetap mendorong untuk mudik ke Jakarta supaya BBM-nya juga tidak dibuang ke mana-mana, maka mudah-mudahan itu bisa berjalan dengan baik," ucap Pramono.
Selain BBM, Gubernur juga memastikan ketersediaan bahan pangan di Jakarta dalam kondisi aman, termasuk beras, daging, cabai, dan lain sebagainya. Bahkan ia menyebut, pasokan bahan pangan saat ini berlebih.
"Kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya," kata dia.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov DKI untuk menjaga stok bahan pangan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Salah satunya dengan mengimpor sapi untuk menjaga stok dan harga daging tetap aman.
"Sampai hari ini terbukti di pasar tidak ada kenaikan yang signifikan," tandas Pramono.