Senin, 02 Maret 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 219
(Foto: Andri Widiyanto)
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat angka inflasi selama Februari 2026 di angka 0,63 persen. Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan secara nasional yang mencapai 0,68 persen.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, inflasi month to month (m to m) sebesar 0,63 persen dipengaruhi peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,42 persen.
Lebih rendah dibandingkan secara nasional
"Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,21 persen," ujar Kadarmanto, Senin (2/3).
Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi di Jakarta pada Februari 2026 yakni emas perhiasan (0,21 persen), daging ayam ras (0,13 persen), cabai rawit (0,05 persen), bawang merah (0,03 persen).
"Dari sisi komoditas utama yang memberikan andil meredam inflasi selama Februari 2026 yakni bensin sebesar 0,07 persen," jelasnya.
Ia menuturkan, berdasarkan data pada Februari 2023, 2024 dan 2026 terjadi inflasi yang utamanya didorong peningkatan harga komoditas bahan pangan.
"Namun, pada Februari 2025 terjadi deflasi dipicu adanya diskon tarif listrik," pungkasnya.