Rabu, 25 Februari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 252
(Foto: Istimewa)
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta mendukung program Gentengisasi atau gerakan gotong royong membangun dan menata rumah rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui, program tersebut mulai dijalankan di kawasan Menteng Tenggulun, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Pada tahap awal, sebanyak 52 rumah akan direnovasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
"agar UMKM di sini tumbuh dan naik kelas,"
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, pihaknya siap mengintegrasikan penataan fisik kawasan dengan penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.
"Kami melihat potensi besar di Menteng Tenggulun untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata kuliner berbasis komunitas. Dinas PPKUKM DKI Jakarta memastikan akan mendorong dan memberikan bantuan maksimal agar UMKM di sini tumbuh dan naik kelas," ujar Ratu, Rabu (25/2).
Ia menyampaikan, 23 dari 52 rumah yang akan direnovasi merupakan tempat tinggal sekaligus lokasi usaha warga. Selain itu, terdapat 10 UMKM lain yang tetap akan mendapatkan pembinaan meskipun kondisi rumahnya sudah layak.
Ratu menjelaskan, dukungan terhadap program Gentengisasi ini selaras dengan agenda Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam mendorong penataan kawasan berbasis pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, Gubernur Pramono Anung secara konsisten menekankan bahwa penataan Jakarta harus menyentuh dua hal sekaligus, yaitu memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Karena itu, kami memastikan Gentengisasi di Menteng Tenggulun sejalan dengan arahan beliau, yakni menghadirkan kawasan yang tertata sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat," katanya.
Selain itu, Ratu memastikan Dinas PPKUKM DKI Jakarta akan melakukan pendataan dan pemetaan potensi usaha warga untuk mendukung konsep wisata kuliner yang tengah disiapkan.
Hampir setiap sudut kawasan Menteng Tenggulun memiliki pelaku usaha makanan dan minuman rumahan yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi baru.
"Kami akan fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan dan branding, fasilitasi pemasaran, hingga akses pembiayaan. Kami juga telah menggandeng perbankan dan lembaga pembiayaan agar pelaku UMKM tidak terjerat rentenir, sekaligus meningkatkan literasi keuangan mereka," jelasnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi lintas sektor, Menteng Tenggulun dapat bertransformasi dari kawasan padat menjadi kawasan yang tertata, bersih, produktif, dan dikenal sebagai destinasi wisata kuliner berbasis gotong royong.
Menurutnya, ini bukan hanya tentang memperbaiki atap dan dinding rumah, tetapi membangun harapan dan masa depan ekonomi warga.
“Ketika pusat dan daerah berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih kuat dan menyentuh langsung masyarakat," tandasnya.