Rabu, 25 Februari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 8703
(Foto: Nurito)
Para pengendara sepeda motor maupun mobil yang biasa melintas di Jalan Kampung Keramat, RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur saat ini diminta untuk menggunakan jalur alternatif.
"Jalan amblas"
Lurah Setu, Dwi Widiastuti mengatakan, kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat kondisi jalan amblas di area jembatan Kali Sunter yang menghubungkan wilayah Bekasi dengan Jakarta Timur.
"Kami sudah memberikan penanda agar pengendara untuk sementara waktu tidak menggunakan jalan ini. Sebab, jalan amblas dengan lebar sekitar enam meter sepanjang satu meter dan berkedalaman mencapai 20 hingga 30 sentimeter," ujarnya, Rabu (25/2).
Dwi menjelaskan, personel Satpol PP sudah dikerahkan ke lokasi untuk memberikan imbauan kepada warga sekaligus memberikan informasi rute jalan alternatif yang bisa dilalui.
Sebagai jalur alternatif, lanjut Dwi, pengendara dapat melintas melalui Jalan Sumir, Jalan PLN, maupun Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), meskipun jaraknya relatif menjadi lebih jauh.
"Fokus kami terutama kendaraan roda empat agar tidak melintas karena bisa memperparah kerusakan jalan di lokasi," terangnya.
Menurutnya, terjadinya jalan amblas ini sudah dilaporkan kepada Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur. Selanjutnya, pihak kelurahan juga akan mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC),
"Kami berharap tentunya bisaa segera dilakukan perbaikan karena ruas jalan sangat diperlukan masyarakat," ungkapnya.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu mengaku sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan BBWSCC karena jembatan berada di atas Kali Sunter yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
"Perbaikan jalan amblas harus diawali dengan penanganan bagian bawah jembatan. Jika langsung dilakukan pengaspalan, jalan berpotensi kembali amblas karena struktur bawahnya masih keropos," tandasnya.