Jumat, 20 Februari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 510
(Foto: Anita Karyati)
Satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera di Jakarta Utara. Salah satunya melalui kehadiran Taman Anak Sejahtera (TAS) Arutala di Jalan Swasembada Barat III, RT 13/09, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok.
"Sangat membantu orang tua yang bekerja"
Keberadaan TAS Arutala dinilai bukan sekadar program baru, melainkan solusi bagi para orang tua yang tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun membutuhkan tempat pengasuhan anak yang aman dan terpantau.
Salah seorang warga Kampung Bahari, Kelurahan Tanjung Priok, Rita (46) mengaku merasa lebih tenang sejak menitipkan anak dan keponakannya, Kaira (4) dan Syafea (5), di TAS Arutala setiap hari.
"Setiap hari saya berjualan. Kalau anak ikut kasihan, tapi jika ditinggal di rumah sendirian juga khawatir, apalagi usia mereka sedang aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Taman ini lebih aman dan anak juga mendapatkan pendidikan," ujarnya, Jumat (20/2).
Menurutnya, TAS Arutala tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga menjadi ruang belajar dan bermain yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
"Perkembangan anak lebih terpantau. Saya juga bisa bekerja dengan lebih fokus karena tidak merasa was-was," terangnya.
Rita menuturkan, perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil semakin terasa dalam satu tahun terakhir. Program bantuan pendidikan, pangan, serta penataan ruang terbuka dinilai masih berjalan dengan baik.
"Semoga ke depan pemerintah semakin peduli terhadap kebutuhan warga dan Jakarta dapat menjadi kota global," ungkapnya.
Ucapan senada disampaikan warga Jalan Swasembada Barat III, Heri (42). Ia mengatakan, keberadaan TAS Arutala sangat membantu dirinya dan istri yang sama-sama bekerja dalam mengasuh putra mereka, Muhammad Zaenasa (5).
"Adanya taman ini sangat membantu orang tua yang bekerja, khususnya keluarga kurang mampu. Anak tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga makan, minum, serta waktu istirahat yang teratur. Kami percaya fasilitas dari pemerintah ini aman," bebernya.
Ia menambahkan, selama Ramadan anak-anak juga diberikan pembelajaran nilai keagamaan, seperti latihan berpuasa dan berbagi kepada sesama.
"Bagi kami, tempat ini bukan sekadar layanan gratis, tetapi bentuk perlindungan dan investasi masa depan anak," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Rida Mufrida menjelaskan, TAS Arutala diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Konsep taman ini menghadirkan layanan terpadu untuk memastikan kebutuhan dasar, pendidikan, serta tumbuh kembang anak terpenuhi secara optimal. Saat ini, terdapat 25 anak yang terdaftar sebagai peserta didik di TAS Arutala," ucapnya.
Ia memaparkan, fasilitas yang tersedia meliputi pemenuhan kebutuhan makan dan minum, bimbingan belajar, dinamika kelompok, bimbingan sosial, penyediaan sandang, sarana bermain, pemeriksaan kesehatan, fasilitas istirahat, hingga bimbingan fisik.
Pengelolaan TAS Arutala didukung oleh dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tiga personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Respons masyarakat terhadap layanan tersebut sangat positif.
"Orang tua merasa terbantu karena TAS mendukung pengasuhan anak selama mereka bekerja sehingga dapat mencegah penelantaran anak. Anak-anak juga merasa aman dan perkembangan mereka meningkat dengan baik," imbuhnya.
Ia berharap, keberadaan TAS Arutala semakin dikenal luas sehingga lebih banyak anak mendapatkan hak perlindungan, perawatan, dan kasih sayang selama orang tua bekerja.
"Kami berharap layanan seperti ini dapat terus berkembang. Tidak hanya dikelola pemerintah, tetapi juga melibatkan pihak swasta untuk membuka layanan serupa secara gratis bagi keluarga menengah ke bawah yang membutuhkan," tandasnya.