Rabu, 18 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 226
(Foto: Istimewa)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan mengantisipasi peningkatan kasus tawuran selama Ramadan dengan menggencarkan pengawasan.
Berdasarkan data, tercatat ada 43 lokasi di lima wilayah kota yang masuk kategori kawasan rawan tawuran.
"Ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta,"
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menjelaskan, setiap hari jajarannya mengerahkan 1.900 personel mobile dan siaga melakukan pengawasan ketertiban umum. Khusus selama Ramadan, akan diberlakukan pola penambahan kekuatan personel untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan rawan tawuran.
"Sata dari Kesbangpol, ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Nanti itu yang akan kita antisipasi," katanya, Rabu (18/2).
Meski fokus pada 43 titik kawasan rawan tawuran, Satriadi mengaku tidak akan lengah melakukan pengawasan secara menyeluruh ke lokasi lain. Sebab, lokasi rawan tawuran dinilai bisa saja bergeser lantaran sifatnya insidentil.
Kemudian, Satriadi juga mengaku akan berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI. Sehingga nantinya kawasan yang menjadi titik rawan diharapkan bisa dilakukan antisipasi dini sebelum terjadi tawuran.
Satriadi juga menyampaikan, upaya penangan tawuran tidak hanya dalam bentuk pengawasan dan penindakan saat ada kejadian. Kegiatan antisipasi juga meliputi edukasi dan pendekatan agar masyarakat bisa mendukung upaya pengentasan tawuran remaja di lingkungannya.
Selain itu, ia menyatakan akan menggencarkan pengawasan peredaran minuman keras. Bahkan jajarannya didorong melakukan sweeping agar memastikan tidak ada peredaran minuman keras ilegal.
"Cuman kan kita enggak bisa kasih lihat jadwalnya kapan. Karena kalau dikasih tahu jadwalnyaz malah nanti enggak jadi sweeping," tandasnya.