Sabtu, 14 Februari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 221
(Foto: Nurito)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.
"Menghadirkan tujuan pembangunan berkelanjutan"
Wagub hadir didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok; Kepala Biro Kerja Sama Daerah DKI Jakarta, Marulina Dewi; serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Rano mengatakan, SDGs Corner merupakan ruang inklusif yang menghadirkan tantangan dan tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus mengangkat kisah kehidupan laut di Indonesia.
Menurutnya, ruang belajar kolaboratif ini terwujud melalui sinergi Museum Bahari Jakarta bersama United Nations (UN) untuk mengajak publik menatap masa depan Indonesia melalui cerita laut dan kehidupan pesisirnya.
"SDGs Corner ini menghadirkan tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari keseharian masyarakat maritim yang menjadi identitas Indonesia dan telah hidup serta berkembang selama berabad-abad," ujarnya, Sabtu (14/2).
Ia menambahkan, ke depan pengunjung museum tidak hanya dapat menyelami kejayaan sejarah maritim, tetapi juga memahami isu pembangunan masa depan. Bahkan, ruang tersebut diharapkan menjadi wadah diskusi yang mampu melahirkan solusi dari akar rumput.
Sebagai contoh, Rano menjelaskan, Jakarta akan menjadi kota yang nyaman apabila target 30 persen ruang terbuka hijau tercapai. Namun, saat ini capaiannya baru sekitar 5 persen. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan, termasuk revitalisasi tiga taman yang memiliki nilai sejarah penting.
"Melalui SDGs Corner, pengunjung diajak menelusuri keterkaitan antara kehidupan nelayan dengan keanekaragaman hayati, pengolahan sampah, ketahanan pangan, hingga dampak perubahan iklim," terangnya.
Menurutnya, Museum Bahari juga mengusung nilai inklusif dengan menyediakan ruang partisipasi setara bagi penyandang disabilitas agar proses pembelajaran dapat diakses oleh semua kalangan.
Rano mengingatkan, Jakarta tumbuh sebagai kota pesisir dan termasuk salah satu kota tertua. Laut, pelabuhan, dan persoalan pesisir menjadi bagian penting dari jati diri Jakarta hingga saat ini.
Namun, sebagai kota pesisir, Jakarta juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, banjir rob, hingga ketahanan sosial masyarakat pesisir, termasuk perlindungan anak-anak dan kelompok rentan.
"Tantangan ini menuntut arah pembangunan Jakarta yang berprinsip pada keberlanjutan dan keadilan, sejalan dengan semangat SDGs serta peran Jakarta sebagai kota global," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Musee ID, Nova Farida Lestari menambahkan, peluncuran SDGs Corner di Museum Bahari Jakarta merupakan yang pertama di Indonesia. Hal ini menjadi kebanggaan bagi Jakarta dan dunia permuseuman yang menjadi tuan rumah peluncuran SDGs Corner perdana di Tanah Air.
"Ini membuktikan bahwa museum harus berfungsi sebagai ruang edukasi, dialog, dan perubahan sosial, bukan sekadar penjaga warisan masa lalu," ungkapnya.
Ia menuturkan, museum sejatinya harus berkontribusi aktif terhadap kesejahteraan masyarakat di masa depan. SDGs Corner ini diinisiasi melalui kolaborasi lintas sektor, antara lain United Nations (UN), Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Museum Bahari, dan berbagai pihak lainnya.
"Kehadiran ruang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi museum-museum lain di seluruh Indonesia bahkan dunia," tandasnya.