Rabu, 11 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 254
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pengerukan Kali Mati di Kelurahan Manggarai menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
"Sesuai kebutuhan warga"
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono mengatakan, Musrenbang tingkat kecamatan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun, meskipun terdapat perubahan istilah.
"Jika sebelumnya di tingkat RW disebut Rembuk RW, kini istilah tersebut berubah menjadi Aspirasi Masyarakat, termasuk pada tingkatan yang lebih tinggi," ujarnya, Rabu (11/2).
Tomy menjelaskan, berdasarkan catatan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan, sekitar 80 persen usulan dari kelurahan dan kecamatan masih bersifat fisik. Untuk itu, ke depan diharapkan usulan nonfisik, seperti pelatihan keterampilan dan program pendidikan, dapat lebih ditingkatkan.
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman, serta usulan-usulan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan warga demi pembangunan lingkungan yang lebih baik," terangnya.
Camat Tebet, Putut Puji Linangkung menambahkan, dari 230 usulan yang diajukan oleh masing-masing kelurahan, terdapat empat usulan prioritas dalam Musrenbang tahun ini.
Usulan tersebut merupakan hasil rembuk bersama di tingkat kecamatan, di luar usulan prioritas lingkungan masing-masing kelurahan.
Adapun usulan prioritas tersebut meliputi pengerukan Kali Mati yang memiliki percabangan aliran menuju Kali Ciliwung serta sodetan di wilayah Kelurahan Manggarai.
"Usulan ini sebelumnya telah kami sampaikan dalam rapat tingkat kota, yaitu penanganan aliran air Kali Mati di Kelurahan Manggarai. Aliran ini dari wilayah Kalibata, melewati Tebet Barat dan Tebet Timur, hingga Manggarai Selatan dan Bukit Duri yang kerap menyebabkan genangan," ungkapnya.
Ia menambahkan, terdapat usulan perbaikan saluran dan infrastruktur jalan di sepanjang Jalan Tebet Barat Dalam Raya, perbaikan turap PHB Sawokecik yang mengalami kerusakan akibat akar pohon, serta program penanganan stunting.
"Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 99 balita mengalami stunting. Kami telah melakukan berbagai upaya, tetapi hal ini tetap memerlukan perhatian bersama," ucapnya.
Legislator Komisi A DPRD DKI Jakarta, Lazarus Simon Ishak menyampaikan apresiasi kepada Suku Dinas teknis yang telah merealisasikan sejumlah usulan pada tahun ini maupun tahun mendatang. Ia berharap berbagai permasalahan warga, baik terkait banjir maupun persoalan lainnya, dapat segera teratasi.
"Saya kerap mengikuti Musrenbang atau Forum Kelurahan. Memang masih ada usulan warga yang belum diakomodir karena lokasi bukan merupakan aset pemerintah. Namun, sebagai wakil rakyat, saya telah melakukan peninjauan dan menyampaikan aspirasi langsung kepada pihak terkait," tandasnya.