Jumat, 30 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 275
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan jajarannya bergerak cepat menangani kenaikan debit air Sungai Ciliwung yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
"kami di Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk itu,"
Kenaikan permukaan air ini merupakan dampak kiriman dari Bendung Katulampa yang telah berstatus Siaga 3 sejak 15 jam lalu. Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah bersiaga menghadapi kiriman air tersebut.
"Jadi yang paling utama karena ini Katulampa dari kemarin 15 jam yang lalu sudah Siaga 3, kami di Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk itu," ujar Pramono, di Taman Kelinci Roci, Jalan Kaliabang, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1).
Untuk mengatasi tingginya aliran air di Sungai Ciliwung, Pemprov DKI berupaya mengurangi tekanan air dengan membuka beberapa pintu air di aliran Sungai Ciliwung.
"Tadi memang Manggarai juga sudah mengalami kenaikan dan sekarang ini mau tidak mau beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh harus dibuka aliran airnya supaya airnya bisa turun ke laut," katanya.
Pramono berharap upaya ini bisa mengurangi tekanan aliran air di sepanjang Sungai Ciliwung yang mengalami kenaikan. Ia memastikan, seluruh pintu air dan fasilitas aliran sungai berfungsi optimal untuk membagi beban air.
"Hanya memang sekarang ini karena permukaan air lautnya juga relatif masih tinggi, sehingga dengan demikian air yang dari Katulampa, dari sekarang mulai jam 09.10 pagi tadi masuk, sekarang ini pelan-pelan mulai kita dorong untuk ke laut," tandas Pramono.