Kamis, 29 Januari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 162
(Foto: Andri Widiyanto)
Kelompok Tani (Poktan) Swara Hijau Farm di Kampung Sumur RT 10/07 Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengembangkan budidaya ikan Nila dengan sistem Recirculating Aquaculture System (RAS). Ditargetkan, hasil budidaya ini akan dipanen perdana pada Februari nanti.
"Sebagai bentuk pengembangan usaha,"
Ketua Poktan Swara Hijau Farm, Endang Mintarja menjelaskan, budidaya ikan Nila ini sebagai bentuk pengembangan usaha. Sebelumnya, mereka aktif mengembangkan pertanian perkotaan jenis sayur mayur, buah-buahan, budidaya magot dan peternakan ayam.
"Sebagai bentuk pengembangan usaha, kami mencoba budidaya ikan Nila monosex. Anggota kami yang aktif ada 30 orang yang bekerja sebagai pemulung," katanya, Kamis (29/1).
Menurut Endang, pihaknya memilih budidaya ikan Nila karena daya tahanya lebih baik dibanding ikan lain, serta nilai jualnya relatif tinggi.
Untuk membudidaya ikan Nila, Endang mengaku, memanfaatkan sembilan kolam yang dibuat dari bahan fiber. Dalam kolam itu total ditanam 2.000 benih ikan Nila sejak Desember 2025 lalu.
"Diperkirakan, panen Februari nanti bisa menghasilkan sekitar 200 kilogram ikan Nila," ucapnya.
Endang mengungkapkan, harga satu kilogram ikan Nila di pasaran saat ini sekitar Rp 40 ribu. "Hasil penjualan nanti untuk mensejahterakan anggota," imbuhnya.
Kepala Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, sangat mendukung pengembangan yang dilakukan Poktan Swara Hijau Farm ini.
Taufik mengaku akan memberikan dukungan dengan memfasilitasi bantuan berupa kolam bioflok. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembinaan dengan memberikan pelatihan olahan ikan pascapanen kepada mereka.
"Kami berharap dukungan ini bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan mereka," tandasnya.