Senin, 26 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 313
(Foto: Istimewa)
Petugas gabungan dari berbagai unsur bergerak cepat menangani dampak angin kencang di Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara yang merusak 34 rumah warga di RW 06 dan 09.
"Pemenuhan kebutuhan dasar warga"
Lurah Semper Timur, Tien Septimar mengatakan, pihak kelurahan langsung melakukan penanganan darurat bersama unsur terkait setelah menerima laporan kejadian.
"Sejak pagi kami langsung berkoordinasi dengan pengurus RW dan RT setempat, BPBD, Suku Dinas Sosial, Puskesmas, serta pihak PLN. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, penanganan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak," ujarnya, Senin (26/1).
Tien menjelaskan, kerusakan didominasi oleh atap asbes yang terlepas dan rusak. Bahkan, sejumlah rumah juga tertimpa pohon tumbang. Selain itu, pohon tumbang turut menimpa Pos Jaga Gerbang Utama Kompleks AIRUD serta jaringan kabel PLN.
"Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan pembersihan material sisa bencana, penanganan pohon tumbang, serta pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi," terangnya.
Menurutnya, dapur umum telah didirikan di lokasi terdampak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Tim kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Semper Timur juga telah diterjunkan guna melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga, khususnya mereka yang mengalami luka ringan seperti goresan akibat reruntuhan dan material bangunan.
"Petugas kesehatan sudah turun langsung ke RW 09 dan RW 06 untuk memastikan kondisi warga. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya terdapat luka ringan yang langsung ditangani di lokasi," ungkapnya.
Ia menuturkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan logistik awal kepada warga terdampak. Bantuan tambahan berupa terpal dan matras dilaporkan masih dalam perjalanan menuju lokasi.
"Saya mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor apabila menemukan kondisi darurat di lingkungan masing-masing," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Pertamanan Kecamatan Cilincing, Mardanus Pasaribu menyampaikan, langsung menindaklanjuti laporan pohon tumbang dengan mengerahkan sedikitnya 20 personel Padukan Hijau dan satu unit armada.
“Ada dua pohon yang kami tangani karena sempat mengganggu akses dan membahayakan lingkungan sekitar," bebernya.
Ia menambahkan, dua pohon tumbang tersebut yakni pohon petai cina dengan diameter sekitar 35 sentimeter yang tumbang di Kompleks AIRUD RW 09, serta pohon mangga dengan diameter sekitar 25 sentimeter yang tumbang di RW 08, Kelurahan Semper Timur.
"Penanganan dilakukan melalui pemotongan batang dan dahan. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pembersihan lokasi agar aktivitas warga kembali normal dan lingkungan menjadi bersih," tandasnya.