Jumat, 23 Januari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 184
(Foto: Nugroho Sejati)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, pengentasan genangan akibat cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi butuh solusi jangka panjang.
"Ini harus dikerjakan secara panjang, tidak bisa dalam waktu lima tahun,"
"Memang ini harus dikerjakan secara panjang, tidak bisa dalam waktu lima tahun," kata Rano, Jumat (23/1).
Dicontohkan Rano, upaya penanganan genangan di kawasan Perumahan Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, telah mengaktifkan seluruh pompa stationer di dua rumah pompa (Rupom) yang terletak tidak jauh dari lokasi. Namun, karena debit air Kali Mokevart sedang tinggi, maka genangan sulit untuk dialirkan keluar.
"Bila diterjunkan pompa mobile pun tidak akan banyak berpengaruh, terhadap upaya pengentasan genangan," tuturnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah kawasan pemukiman dan jalan yang tergenang. Genangan sulit dialirkan lantaran debit air saluran makro sebagai muaranya telah penuh.
Disebutkan Rano, salah satu solusi cara mengatasi genangan adalah normalisasi kali yang telah mengalami penyempitan akibat okupasi. Misalnya, Kali Krukut yang dahulu memiliki lebar sekitar 20 meter, saat ini mengalami penyempitan jadi sekitar tiga meter.
"Untuk bisa melakukan normalisasi, tantangan terbesarnya adalah mensosialisasikan ke masyarakat yang tinggal di bantaran kali,"aku Rano.
Sebagai solusi terhadap mereka yang terdampak, Rano mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta akan merelokasi ke rumah susun (Rusun). Namun, diakuinya tidak semua bersedia untuk pindah dari bantaran kali dan tinggal di Rusun yang telah disiapkan.
"Maka itu kami turun. Seperti tadi kita diskusi, ada kebutuhan yang harus dilakukan, ya itu kita evaluasi," tandasnya.