Selasa, 27 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 133
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar peringatan Isra Miraj Hijriah bagi anggota KORPRI di Masjid Darul Jannah, Kantor Wali Kota setempat.
"Akhlak adalah hal nomor satu"
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kualitas akhlak aparatur dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, peringatan Isra Miraj bukan sekadar seremonial, melainkan sarana untuk merefleksikan nilai-nilai luhur ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Rasulullah SAW diutus ke dunia dengan misi utama untuk memperbaiki dan menyempurnakan perilaku manusia dengan akhlakul karimah. Ini yang harus kita teladani dan terapkan," ujarnya, Selasa (27/1).
Menurut Anwar, ASN tidak hanya dituntut bekerja secara profesional, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Akhlak merupakan fondasi utama, yang kemudian diikuti oleh penguasaan ilmu dan kompetensi lainnya.
"Akhlak adalah hal nomor satu, baru kemudian diikuti oleh ilmu-ilmu lainnya. Ini sejalan dengan core values ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif," terangnya.
Melalui peringatan Isra Mikraj ini, Anwar mengajak seluruh ASN menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam membentuk karakter yang berintegritas, beretika, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa sistem pemerintahan yang baik harus diimbangi dengan hati yang bersih, dedikasi, dan integritas pribadi.
"Sebagus apa pun sistem yang dibangun, tanpa hati yang bersih dan integritas, akan selalu ada celah untuk melanggarnya," tegasnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat dihayati secara mendalam oleh seluruh peserta, sehingga menjadi perisai bagi diri masing-masing dalam menjalankan tugas.
Anwar menambahkan, peringatan Isra Miraj ini semakin bermakna karena diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada 25 mustahik.
"Semoga acara ini bermakna, kita dengarkan dengan khusyuk dan kita hayati agar memberikan dampak positif dalam kehidupan dan pekerjaan kita," ucapnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad Afif Abdullah mengingatkan pentingnya makna kekhusyukan dalam salat.
Ia mengisahkan tentang seseorang yang di hari kiamat bangkit dalam keadaan rajin salat, namun tetap mendapat balasan yang buruk karena salatnya tidak dilakukan dengan tumaninah dan kekhusyukan.
"Salat bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga harus menghadirkan hati dan pikiran yang tertuju kepada Allah. Esensi salat adalah mendekatkan diri kepada-Nya," ungkapnya.
Ia menuturkan, satu rakaat yang benar-benar khusyuk lebih bermakna daripada salat yang panjang tetapi dilakukan tanpa kesadaran spiritual. Kekhusyukan akan lahir karakter yang baik, rasa takut kepada Allah, kebersihan hati, dedikasi yang maksimal, serta integritas dalam setiap aspek kehidupan.
"Jika salat hanya dijadikan rutinitas tanpa spiritualitas, maka maknanya akan hilang. Namun, salat yang khusyuk akan membimbing jalan hidup seseorang menjadi lebih baik," tandasnya.