Selasa, 27 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 241
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus berkomitmen menciptakan ruang aman bebas pelecehan terhadap perempuan dan anak.
"Kota yang aman"
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Perpustakaan Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Blok M, Kebayoran Baru.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, ruang publik merupakan tempat semua orang beraktivitas, sehingga perempuan dan anak harus merasa aman, dihormati, dan dilindungi.
"Pengelola ruang publik memiliki peran yang sangat strategis, baik pengelola apartemen dan rusun, pusat perbelanjaan, layanan PTSP, maupun taman dan fasilitas umum lainnya," ujarnya, Selasa (27/1).
Anwar menjelaskan, setiap ruang publik harus memiliki standar perlindungan yang jelas seperti, memastikan pencahayaan yang memadai, ketersediaan petugas di lapangan, serta mekanisme pelaporan yang mudah, cepat, dan responsif.
Kemudian, seluruh petugas, baik keamanan, kebersihan, maupun pelayanan, harus dibekali pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan pelecehan terhadap perempuan dan anak.
"Saya minta tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelecehan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti secara serius, cepat, dan berperspektif korban," terangnya.
Anwar menekankan pentingnya kolaborasi aktif dengan berbagai pihak, seperti PPAPP, UPT PPPA, Bapas, Imigrasi, aparat penegak hukum, serta masyarakat sekitar agar perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada pengelola Blok M Hub dan Taman Literasi yang sebelumnya telah menunjukkan respons cepat dan tanggap dalam mengamankan pelaku pelecehan seksual di area tersebut. Hal ini menjadi contoh nyata peran penting pengelola ruang publik dalam melindungi warga.
"Jakarta Selatan tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju infrastrukturnya, tetapi juga sebagai kota yang aman, beradab, dan berpihak pada kelompok rentan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid menambahkan, kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya menjadikan ruang publik sebagai tempat yang ramah dan nyaman bagi semua kalangan.
Ia berharap, seluruh unsur yang terlibat memahami pentingnya menciptakan ruang publik yang aman, mudah diakses, serta mampu merespons setiap laporan pelecehan dan perilaku negatif lainnya secara tepat.
"Saya berharap talkshow ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi pemicu aksi nyata di setiap ruang publik yang Bapak dan Ibu kelola. Mari kita jadikan Jakarta Selatan sebagai ruang aman untuk semua, terutama bagi perempuan dan anak," tandasnya.