Minggu, 25 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 125
(Foto: Istimewa)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menegaskan, penanganan sampah menjadi perhatian utama jajaranny karena berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan dan banjir di Jakarta.
"Penanganannya harus dilakukan dari hulu ke hilir,"
Menurutnya diperlukan pengelolaan sampah yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Masalah sampah ini memang menjadi concern kita. Setelah banjir, sampah juga selalu menjadi persoalan, sehingga penanganannya harus dilakukan dari hulu, tengah, sampai hilir,” ujar Yuke, Minggu (25/1).
Yuke menekankan, pentingnya perencanaan dan penganggaran yang tepat agar kebijakan pengelolaan sampah tepat sasaran. Menurutnya, edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan timbulan sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Ia juga meminta agar bank sampah dan komunitas yang aktif perlu didukung dan diapresiasi agar menjadi contoh bagi wilayah lain.
“Kita juga ingin tahu efektivitasnya seperti apa. Apakah benar sampah berkurang dan masyarakat lebih paham memilah sampah. Data ini penting sebagai dasar evaluasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yuke mendorong evaluasi Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 serta penegakan sanksi dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah agar memberikan efek jera dan meningkatkan kepatuhan masyarakat.
“Perda sampah yang sudah ada itu sanksi-sanksinya juga harus lebih ditegakkan lagi,” tandasnya.