Sabtu, 24 Januari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 349
(Foto: doc)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebagian besar jalan tergenang dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi Kamis (22/1) dan Jumat (23/1) lalu hingga Sabtu (24/1) sore sekitar pukul 16.00 sudah mulai surut.
"Hanya tersisa dua jalan yang masih tergenang,"
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan, kondisi genangan yang terjadi di wilayah Jakarta terus surut. Dari sebelumnya pagi tadi Genangan terisisa di 9 lokasi jalan, saat ini genangan hanya ada di dua lokasi
"Alhamdulillah kondisi genangan terus surut. Hanya tersisa dua jalan yang masih tergenang dengan ketinggian antara 20-50 sentimeter," katanya.
Dijelaskan Isnawa, kedua jalan yang masih tergenang itu yakni, Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter di titik terdalam dan Jalan Delima VIII Perumahan BTN, Kelurahan Kembangan Utara, dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter di titik terdalam.
Sedangkan tujuh jalan lain yang sempat tergenang dan sudah surut seperti Jalan Daan Mogot KM 13 (Kelurahan Cengkareng Timur), Gotong Royong (Kapuk), Taman Kota (Kedaung Kali Angke) dan Jalan Strategi Raya (Kelurahan Joglo) masing-masing dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.
Lalu, Jalan Prof. Dr. Latumeten di RT 01/04, Kelurahan Jelambar dan Jalan Prepedan Raya, Kelurahan Kamal. Sedangkan satu jalan yang sebelumnya tergenang dan sudah surut pada Sabtu (24/1) pagi tadi yakni Jalan Kapuk Bongkaran RT 22/12 Kelurahan Kapuk.
Sedangkan wilayah permukiman yang masih terdampak, Isnawa mengaku masih ada 59 RT yang tersebar masing-masing 29 RT di Jakarta Barat, 16 RT di Jakarta Timur, serta masing-masing tujuh RT di Jakarta Utara dan Selatan.
"Jumlah itu menurun dibanding pagi tadi ada 90 RT terdampak," ujarnya.
Menghadapi situasi ini, Isnawa menegaskan BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Bina Marga dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Selain itu, Isnawa mengaku petugas juga akan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
"Sebagai upaya mitigasi bencana, Kami juga telah memperpanjang pelaksana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari mendatang," tegasnya.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan menambahkan, selain dipicu cuaca ekstrem dengan curah hujan deras, genangan juga dipicu oleh luapan sejumlah kali dan PHB. Setidaknya, pihak BPBD mencatat terjadi luapan di Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Angke dan Kali PHB Sulaiman.
Yohan meminta masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, sebab Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem mengakibatkan hujan deras masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112, layanan ini gratis beroperasi 24 jam," tandasnya.