Rabu, 21 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 180
(Foto: Anita Karyati)
Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggelar peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 di SMP Negeri 55 Jakarta. Kegiatan yang diikuti 100 pelajar ini mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”.
Camat Tanjung Priok, Samsul Rizal Khadafi, menekankan bahwa pemenuhan gizi seimbang tidak selalu identik dengan biaya mahal.
“Gizi optimal itu tidak harus mahal."
“Gizi optimal itu tidak harus mahal. Ikan Lele, ikan Kembung, telur, dan ayam harganya terjangkau, tetapi kandungan gizinya sangat tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan otak," katanya.
Dia juga mengingatkan para pelajar agar tidak membiasakan pola makan ‘double karbo’ seperti nasi dengan mi instan tanpa protein dan sayur, serta menjauhi perilaku negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, peringatan Hari Gizi Nasional menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang.
“Semua ini merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Makan bukan sekadar soal kenyang, tetapi tentang tanggung jawab menjaga kualitas hidup, baik untuk hari ini maupun masa depan,” ucapnya.
Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, Rosvita Nur Aini menjelaskan, kegiatan ini difokuskan pada pencegahan stunting dari hulu melalui edukasi kepada remaja.
“Pola hidup remaja merupakan hulu dari persoalan stunting. Kami ingin mereka memahami pentingnya gizi seimbang serta rutin mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia, sehingga kelak dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan gizi di Jakarta saat ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga meningkatnya kasus obesitas pada anak dan remaja.
"Kami berharap kesadaran pelajar dan masyarakat terhadap pola makan sehat berbasis gizi seimbang dan kearifan lokal semakin meningkat, demi mewujudkan generasi emas Indonesia 2045," tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 55 Jakarta, Saidah Rusli berharap, para pelajar yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi agen perubahan bagi teman sebaya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mereka belajar bahwa sehat tidak selalu berarti gemuk, dan gizi sangat penting untuk pertumbuhan di usia remaja,” tandasnya.