Rabu, 21 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 191
(Foto: Istimewa)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-7, sebagai forum strategis untuk merespons tantangan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
"demi kemajuan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,"
Penyelenggaraan ini bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Kolegium Epidemiologi Kesehatan Konsil Kesehatan Indonesia; Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; dan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti sebagai tim ahli yang melakukan assessment hasil riset kolaborasi akademisi dan praktisi kesehatan di Jakarta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta selaku Pengarah Pertemuan Ilmiah Tahunan, Sri Puji Wahyuni mengatakan, tujuan utama pertemuan ilmiah tahunan ini adalah memfasilitasi pertukaran pengetahuan ilmiah, mendorong kolaborasi lintas disiplin, serta menjembatani hasil penelitian dengan perumusan kebijakan dan implementasi program.
Menurutnya, di tengah kebutuhan akan kebijakan berbasis bukti dan inovasi, pertemuan ini menjadi wadah penting bagi peneliti, tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk berbagi temuan ilmiah, pengalaman program, dan praktik terbaik dalam rangka memperkuat sistem kesehatan di Jakarta.
“Melalui pemaparan dan diskusi abstrak serta prosiding, forum ini dapat meningkatkan pemahaman bersama dan mendorong penerapan pengetahuan ilmiah secara nyata guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya, Rabu (21/1).
Ia berharap, berbagai gagasan, rekomendasi, dan inovasi yang dihasilkan dari Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-7 ini dapat memberikan kontribusi bermakna bagi pengembangan kebijakan dan program kesehatan di Provinsi DKI Jakarta yang responsif, tangguh, dan berkelanjutan.
“Pertemuan ini juga diharapkan mampu menginspirasi terjalinnya kolaborasi dan berbagi pengetahuan secara berkelanjutan antar pemangku kepentingan demi kemajuan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang,” tandasnya.