Selasa, 20 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 178
(Foto: doc)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, curah hujan ekstrem dan fenomena rob yang terjadi bersamaan menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah Jakarta lama surut pada akhir pekan lalu.
"lama karena juga rob,"
Pramono menjelaskan, intensitas hujan yang mengguyur Jakarta pada akhir pekan kemarin termasuk sangat tinggi. Data dari delapan titik pantau di Jakarta Utara menunjukkan angka curah hujan yang sangat tinggi, yakni antara 260 milimeter (mm) hingga 280 mm. Kondisi tersebut juga dibarengi adanya fenomena rob yang sedang terjadi di pesisir Utara.
"Jadi banjirnya yang begitu lama karena genangan di beberapa jalan termasuk di Gunung Sahari ini lama karena juga rob. Begitu cukup tinggi akibat intensitas hujan yang tinggi, dan yang kedua adalah rob," ujar Pramono, di Kompleks Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).
Pramono menyoroti dampak terparah terjadi di wilayah Jakarta Utara, khususnya di kawasan Kelapa Gading dan Gunung Sahari. Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah mengerahkan seluruh infrastruktur pengendali banjir, namun air tetap sulit dialirkan ke laut.
Sebanyak 1.200 pompa, baik pompa stasioner maupun pompa mobile, termasuk milik Kementerian PUPR, telah dioperasikan secara maksimal. Namun, tingginya permukaan air laut membuat pembuangan air dari daratan menjadi terhambat.
"Problem-nya adalah rob kemudian air tidak bisa turun, tidak bisa dipompa. Padahal sudah kita kerahkan pompa stasioner maupun pompa yang mobile kurang lebih 1.200 pompa," jelas Pramono.
Alhasil, genangan baru dilaporkan surut sepenuhnya pada Senin pagi pukul 07.00 WIB. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan, Pemprov DKI Jakarta memastikan akan terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). OMC dilakukan dengan menggunakan data milik BMKG.