Senin, 19 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 407
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan seluruh wilayah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada akhir pekan kemarin kini sudah tertangani.
"per tadi pagi itu semua sudah tidak ada yang terdampak lagi,"
Meski genangan sempat terjadi di 33 RW, namun menurutnya penanganannya masih lebih cepat daripada di daerah lainnya, seperti di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa yang juga mengalami kondisi serupa.
"Karena itu sudah menjadi tanggung jawab untuk bagaimana penanganannya dan Alhamdulillah per tadi pagi itu semua sudah tidak ada yang terdampak lagi," ujar Pramono, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (19/1).
Pramono mengungkapkan, wilayah Jakarta Utara menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tertinggi selama ia menjabat. Berdasarkan data dari delapan titik pantau di Jakarta Utara, rata-rata curah hujan mencapai 260 mm hingga 280 mm, di atas ambang batas normal.
Karena itu sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 15 hingga 22 Januari 2026. Bahkan pada hari Minggu lalu, penerbangan untuk menyemai awan dilakukan sebanyak tiga kali untuk mengurangi kepekatan awan pada sore hari.
Pemprov DKI sendiri telah menyiapkan alokasi anggaran pelaksanaan OMC, termasuk melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Ia juga memastikan tidak ada kendala administratif dalam pergeseran anggaran BTT tersebut.
"Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri," katanya.
Pada kesempatan ini, Pramono pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai sehingga menyebabkan terjadinya banjir.
"Ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai itu ya harus dihilangkan di Jakarta," tandas Pramono.