Selasa, 20 Januari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 224
(Foto: Istimewa)
PT Bank Jakarta dan Perseroda PAM Jaya, Senin (19/1) kemarin, menandatangani kesepakatan kerja sama pemberian beasiswa bagi peserta didik melanjutkan Pendidikan ke Hiroshima Global Academy (HiGA), Tokyo, Jepang.
"Investasi jangka panjang mendorong daya saing kota,"
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengapresiasi kerja sama yang bisa memberikan akses pendidikan berkualitas bagi peserta didik berprestasi di Jakarta ini.
Menurutnya, kolaborasi dua BUMD ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berwawasan luas, sebagai fondasi Jakarta menuju kota global berdaya saing.
“Dalam upaya meraih jajaran Top 50 Global City pada 2030, kita tidak hanya berfokus pada penguatan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga harus memperkuat sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang mendorong daya saing kota," ujar Rano.
Dijelaskan Rano, Bank Jakarta dan Perseroda PAM Jaya akan memberikan bantuan Pendidikan kepada dua pelajar untuk menempuh Pendidikan SLTA selama tiga tahun di Hiroshima Global Academy (HiGA), Tokyo, Jepang.
"Diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar internasional sehingga membentuk kapasitas akademik yang unggul, serta memiliki karakter berdisiplin, mandiri dan adaptif," ucap Rano.
Rano menegaskan, akan memastikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bak Jakarta dan PAM Jaya ini dijalankan secara akuntabel serta melalui proses seleksi yang ketat dan transparan.
"Dengan demikian, beasiswa pendidikan dapat diberikan secara tepat sasaran pada peserta didik yang memiliki potensi, kesiapan dan komitmen untuk berkontribusi terhadap kemajuan Jakarta di masa depan,” tandasnya.
Beasiswa disalurkan Bank Jakarta dan PAM Jaya kepada Hiroshima Global Academy selaku penyelenggara pendidikan dengan nilai maksimal 4.255.000 yen untuk satu peserta didik per tahun. Dengan rincian 1.485.000 yen pada 2026 dan 1.385.000 yen untuk tahun ajaran berikutnya.
Biaya tersebut meliputi biaya asrama, kebutuhan pangan, alat tulis, buku pelajaran, asuransi kesehatan, biaya ujian International Baccalaureate, tiket pesawat, uang saku, serta biaya paket telepon seluler.