Senin, 19 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 229
(Foto: Anita Karyati)
Layanan jemput bola kesehatan gratis yang dibuka di Posko Pengungsian Masjid At-Taqwa, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, disambut antusias oleh warga penyintas banjir.
"Sangat membantu kami"
Kehadiran posko tersebut sangat membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan mudah di tengah kondisi darurat.
Sejak pagi hingga siang hari, warga tampak mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Salah seorang warga RT 03/03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Jaenuri (63) mengaku mengalami keluhan sakit kepala, demam, serta gatal-gatal akibat banjir.
"Pelayanan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada petugas kesehatan dan semua pihak yang peduli," ujarnya, Senin (19/1).
Hal senada disampaikan Bilqis (38), warga RT 04/10 Kelurahan Sukapura. Ia mengaku terbantu dengan layanan kesehatan yang diberikan di posko pengungsian. Selain memperoleh pemeriksaan gratis, ia juga menerima bantuan berupa makanan ringan untuk balita serta paket sanitasi.
"Pelayanannya sangat baik. Kalau kemarin warga yang sakit harus dibawa ke Puskesmas karena kondisi di sini belum memungkinkan. Terima kasih kepada pemerintah yang selalu memberikan perhatian kepada kami," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea menjelaskan, layanan kesehatan di Posko Pengungsian RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua disambut antusias oleh warga. Setiap posko tercatat melayani sekitar 50 hingga 80 pasien.
"Hari ini kami melakukan monitoring langsung ke posko banjir di Pegangsaan Dua untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal dan merata bagi seluruh pengungsi," bebernya.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Suku dinas Kesehatan Jakarta Utara juga telah mengerahkan Tim Krisis Kesehatan di bawah koordinasi Pelayanan Kesehatan (Yankes) yang melibatkan tenaga medis dari puskesmas dan PK3D.
"Jika dalam waktu satu jam air belum surut, kami segera berkoordinasi dengan pamong wilayah dan pengurus RW untuk menyalurkan bantuan medis dan obat-obatan," imbuhnya.
Selain di Pegangsaan Dua, lanjut Murniasi, layanan kesehatan juga dibuka di sejumlah wilayah terdampak banjir lainnya, seperti Kecamatan Penjaringan, Tanjung Priok, Cilincing, dan Pademangan.
"Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta edukasi terkait pencegahan penyakit dan upaya preventif pascabanjir," ungkapnya.
Ia menuturkan, berdasarkan laporan petugas kesehatan, keluhan yang paling banyak dialami pengungsi adalah penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan infeksi jamur. Selain itu, stres akibat bencana turut memicu gangguan kesehatan lain, seperti gastritis (maag), diare, serta gangguan pernapasan berupa batuk dan pilek.
Murniasi mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan, serta tetap tenang dalam menghadapi situasi pascabanjir.
"Kami akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana," tandasnya.