Minggu, 18 Januari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 266
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, berencana melaksanakan tiga sortie operasi modifikasi cuaca (OMC) guna meminimalisir dampak cuaca ekstrem hari ini, Minggu (28/1).
"Kegiatan OMC dilaksanakan berdasar hasil analisis metereologi terkini,"
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan menjelaskan, hujan deras yang terjadi dini hari hingga pagi ini memiliki intensitas tinggi dengan cakupan yang luas dan durasi cukup panjang. Karena itu, pihaknya akan menggencarkan OMC.
"Kami akan gencarkan OMC. Rencana akan dilaksanakan 3 sortie untuk mengatasi dan meminimalisir dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi," katanya.
Dijelaskan Yohan, sortie dimaksud adalah misi penerbangan melakukan penyemaian awan menggunakan Natrium Klorida (NaCl). Diakuinya, bisa saja jumlah sortie dilakukan lebih dari tiga kali bila kondisi membutuhkan.
Menurut Yohan, pihaknya telah menggelar OMC sejak Jumat (16/1) dan Sabtu (17/1). Direncanakan, kegiatan OMC digelar selama sepekan hingga Kamis (22/1) mendatang.
Kegiatan OMC ini dilaksanakan bekerjasama dengan berbagai instansi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara (TNI AU). Kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pada pelaksanaan, Sabtu (17/1) kemarin, kegiatan penyemaian awan difokuskan pada wilayah perairan utara Pulau Jawa. Strategi ini bertujuan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta dan sekitarnya, sehingga presipitasi dapat terkonsentrasi di wilayah perairan.
"Pada hari kedua kemarin, total bahan semai yang digunakan dalam pelaksanaan OMC mencapai 2.400 kilogram NaCl. Penyemaian dilaksanakan pada ketinggian terbang pesawat dengan rentang antara 8.000 hingga 12.000 kaki," bebernya.
"Seluruh kegiatan OMC dilaksanakan berdasar hasil analisis metereologi terkini dan pemantauan dinamika atmosfer berkelanjutan oleh BMKG. Kalau tidak ada OMC dampaknya bisa meluas," tandasnya.